Ibadah Misa Natal kembali digelar di GPIB Immanuel atau yang dikenal dengan nama Gereja Blenduk, Semanarang. Natal tahun ini pertama kali digelar usai Gereja Blenduk menjalani masa rehabilitasi selama beberapa tahun.
Pantauan detikJateng di Gereja Blenduk, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, sejak pagi, jemaat mulai berdatangan ke gereja bercat putih dengan kubah yang ikonik itu. Sekitar pukul 09.00 WIB, lonceng gereja berbunyi.
Para jemaat dengan khusyuk menjalankan ibadah Natal 2025, merayakan kelahiran Yesus Kristus dalam suasan khidmat dan penuh kedamaian. Tak hanya jemaat tetap, sejumlah umat Kristiani dari luar kota juga tampak hadir. Adapun ibadah Natal itu dipimpin Pendeta Maxsarles Kapoh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Majelis Jemaat Gereja Blenduk, Immanuel Antoni mengatakan, persiapan Natal tahun ini pada dasarnya sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, ada nuansa istimewa karena jemaat kembali beribadah di gedung gereja setelah proses rehabilitasi rampung.
"Persiapannya seperti Natal-Natal sebelumnya. Tapi memang tahun ini spesial karena setelah rehabilitasi, kami kembali beribadah di gedung gereja. Itu membawa sukacita tersendiri," kata Immanuel kepada detikJateng, di Gereja Blenduk, Kamis (25/12/2025).
Ia mengatakan, guna mengantisipasi membludaknya jemaat, pihak gereja juga menyiapkan tenda di luar bangunan. Hal itu dilakukan demi menjaga kenyamanan dan mengikuti standar kapasitas gedung cagar budaya.
"Karena memang kita tidak bisa terlalu penuh ada di dalam. Memang sudah ada standarnya, kita nggak mungkin penuh. Ada bagian-bagian tertentu yang mungkin kita memang tidak bisa kasih tempat untuk jemaat gitu," jelasnya.
"Tadi malam untuk misa Natal sekitar 500-an jemaat. Hari ini kemungkinan juga kurang lebih jemaatnya segitu. Karena kami memang tidak bisa memaksakan kapasitas di dalam," jelasnya.
Immanuel menyebut, jemaat yang hadir merupakan perpaduan antara jemaat lokal dan jemaat tamu. Daya tarik Gereja Blenduk sebagai bangunan bersejarah membuat banyak umat yang sedang berkunjung ke Semarang memilih beribadah di tempat ini.
"Memang Gereja Blenduk sendiri kan mempunyai daya tarik wisata. Jadi umat Kristiani yang sedang berkunjung di Semarang sekaligus menyempatkan diri untuk beribadah di Gereja Blenduk. Perpaduan antara jemaat asli, jemaat penduduk, dan juga jemaat tamu," ujarnya.
Immanuel menambahkan, makna Natal yang dirayakan di Gereja Blenduk bukan hanya untuk jemaat, tetapi diharapkan membawa dampak lebih luas.
"Natal membawa ketenangan dan kedamaian. Harapannya tidak hanya untuk jemaat di Gereja Blenduk, tapi untuk seluruh dunia. Kalau dunia hidup dalam damai, tentu yang ada kenyamanan dan sukacita," ucapnya.
Pada Hari Natal, kata dia, Gereja Blenduk menggelar satu kali ibadah pukul 09.00 WIB. Sementara pada Natal kedua, Jumat (26/12), ibadah akan kembali dilaksanakan pukul 09.00 WIB dan dirangkaikan dengan baptisan kudus.
Rehabilitasi Gereja Blenduk juga memberi wajah baru, meski tak seluruhnya, karena Gereja Blenduk merupakan cagar budaya. Immanuel menyebut, penataan lampu dan sentuhan interior membuat suasana ibadah, khususnya di malam hari, terasa lebih hangat dan sakral.
"Yang paling terasa itu tata lampunya. Interiornya memang ditata ulang, tapi tetap menyesuaikan karena ini bangunan cagar budaya. Malam hari paling kelihatan cantik," tutur Imanuel.
Hal senada dikatakan salah satu jemaat asal Ngaliyan, Yesaya (20). Ia mengaku sudah beribadah di Gereja Blenduk sejak kecil. Natal tahun ini terasa makin istimewa karena gereja kembali bisa digunakan usai direhab.
"Saya sudah ibadah di sini sejak kecil. Kalau sebelumnya kita sempat ibadah di belakang Borsumy. Setelah rehabilitasi bisa dipakai lagi, rasanya senang sekali," ungkapnya.
"Kalau interiornya memang tidak banyak diubah karena ini kan cagar budaya, tapi ya terasanya lebih baik," lanjutnya.
Bagi Yesaya, Natal menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan berharap akan masa depan yang lebih baik.
"Harapannya untuk Natal kali ini bisa lebih baik ke depannya, jadi pribadi yang lebih baik, rezeki bertambah, dan jemaatnya Gereja Blenduk juga semakin banyak," katanya.
Ia juga berharap perhatian pemerintah terhadap Gereja Blenduk terus berlanjut.
"Semoga ke depan pemerintah bisa lebih memperhatikan Gereja Blenduk lagi," ujarnya.
(ahr/ahr)











































