Sejumlah SPBU di Kecamatan Sukoharjo dan Nguter, Kabupaten Sukoharjo dipadati kendaraan besar yang tengah mengantre solar. Antrean tersebut didominasi kendaraan besar seperti bus, elf, dan truk.
Dari pantauan detikJateng, antrean panjang sempat terjadi di SPBU Begajah dan Kepuh sejak pagi. Banyak bus dan truk mengantre untuk mengisi solar.
Panjangnya antrean hingga ke bahu jalan. Sementara SPBU Jombor yang kehabisan stok solar, terlihat lebih lenggang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal itu, Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, memastikan pasokan solar di Jateng masih aman. Namun ada peningkatan permintaan solar jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
"Stok melimpah, cuma memang terjadi fenomena antrian di SPBU. Mereka kejar target jelang larangan truk melintas Nataru nanti," kata Taufiq saat dihubungi detikJateng, Rabu (24/12/2025).
Dijelaskan, Pertamina menjaga stok 4-5 kali lipat dari jumlah konsumsi harian saat libur Nataru ini. Namun terjadi fenomena peningkatan permintaan sebelum adanya larangan truk melintas saat libur Nataru.
"Kenapa terjadi peningkatan permintaan? Mulai hari Jumat, Sabtu sudah dilakukan penutupan lalu lintas kendaraan berat. Artinya mereka menyadari sebelum itu, pabrik yang melakukan produksi, gudang, itu berlomba-lomba untuk memenuhi stok mereka, istilahnya kerja target, sebelum ada larangan melintas," beber Taufiq.
"Sehingga saat diberlakukan larangan melintas, secara suplay gudang-gudang mereka sudah aman, nantinya tinggal dilangsir menggunakan truk kecil yang masih boleh melintas," jelasnya.
Pertamina memprediksi antrean panjang solar di SPBU akan selesai saat larangan melintas kendaraan berat diberlakukan. Sehingga saat aturan itu diberlakukan, proyeksi permintaan solar akan mengalami penurunan.
Taufiq menilai, fenomena antrian panjang kendaraan di SPBU itu menunjukkan gejolak positif pada perekonomian.
"Kalau ada antrian, itu berarti positif. Artinya ekonomi sedang bertumbuh, kemudian dia sedang memenuhi supplynya, tidak serta-merta dimaknai sebagai kelangkaan. Karena kelangkaan itu stoknya tidak ada, barangnya di SPBU kosong. Itu mereka antri karena tahu ada barangnya di situ," ucapnya.
Pertamina juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk mengantisipasi antrian solar ini mengganggu arus lalu lintas.
"Kalau sampai mengular itu wajar, karena body kendaraannya cukup besar sehingga mereka memenuhi SPBU, karena volumenya meningkat untuk permintaan solar," pungkasnya.
(aku/apl)











































