Unik! Pohon Natal 10 Meter di Gereja Magelang dari 35 Kg Rafia

Unik! Pohon Natal 10 Meter di Gereja Magelang dari 35 Kg Rafia

Eko Susanto - detikJateng
Senin, 22 Des 2025 15:23 WIB
Pohon Natal di Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Beth-El Magelang. Foto diambil Senin (22/12/2025).
Pohon Natal di Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Beth-El Magelang. (Foto: Eko Susanto/detikJateng)
Magelang -

Pohon Natal putih raksasa di Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Beth-El Magelang di sekitar Alun-alun Kota Magelang mencuri perhatian. Pohon Natal setinggi 10 meter itu dibuat dari rafia.

Pantauan detikJateng, pohon Natal ini berada persis di halaman gereja. Warga yang kebetulan tengah melintas di kawasan Alun-alun Kota Magelang di sisi utara bakal melintas ini.

Saat malam hari, pohon Natal ini semakin cantik dengan kerlap-kerlip lampu warna-warni. Pendeta Yannedelle Hehanussa-Sahetapy mengungkap cerita di balik pemilihan pohon Natal raksasa ini. Salah satu pertimbangannya Kota Magelang menjadi nomor empat kota Toleransi di Indonesia.

"(Sekitar alun-alun) Ada kelenteng, masjid, gereja. Jadi ini kebetulan mau hari raya. Suamiku terpikir sehubungan dengan tema, karena tema intern itu pengutusan gereja antargenerasi di era digital, jadi melibatkan kelompok kategori usia berpartisipasi mempersiapkan Natal," kata Yannedelle saat dihubungi wartawan, Senin (22/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami punya ketua IV itu membidangi keuangan, kalau misalnya di bikin pohon Natal besar. Kan juga ada di dekat alun-alun situ. Jadi semacam ikon," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan pohon Natal ini diberi warna putih karena konsepnya kekudusan menyambut Natal Kristus.

"Kemudian kenapa tali rafia. Itu karena tidak mahal-mahal. Sederhana," ujar dia.

"Putih itu simbol kudus. Tali rafia, tapi dengan catatan karena tali rafia itu plastik. Jadi catatan kami akan atur sedemikian rupa," sambung Yannedell.

Pohon Natal di Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Beth-El Magelang. Foto diambil Senin (22/12/2025).Pohon Natal di Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Beth-El Magelang. Foto diambil Senin (22/12/2025). Foto: Eko Susanto/detikJateng

Dia menjelaskan pohon Natal itu bakal dipajang hingga 6 Januari 2026. Setelahnya pohon Natal itu akan disimpan.

"Pemikiran tentang berdirinya pohon Natal yang setinggi itu, karena (lokasinya) alun-alun kan ditambah gereja kami kan gereja (usianya) tua (1817). Jadi semacam ikon supaya kalau orang datang dari segi estetika menyambut," bebernya.

"(Tinggi) 10 meter. Kalau rafia itu 35 kg. Kemarin sekitar Rp 6 juta," tambahnya.



Proses pembuatan pohon Natal itu dibuat sekitar 3 minggu. Proses pembuatan tersebut dilakukan secara gotong royong.

"Kalau malam menyala, lampunya bagus sekali," pungkasnya.



(ams/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads