Seorang santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Santri Manjung, Kabupaten Wonogiri, MMA (12) warga Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar tewas diduga dianiaya senior-seniornya. Tubuh korban penuh dengan luka lebam.
Kasat Reskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sadewo, mengatakan korban diduga dikeroyok oleh para seniornya Sabtu (13/12).
"Pemicunya korban ini mungkin dirasa tidak mengindahkan senior-seniornya untuk mandi dan mencuci," kata Agung saat ditemui awak media di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jumat (19/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat pengeroyokan itu, korban tidak sadarkan diri di kamarnya. Hingga keesokan harinya, ayah korban, Mino (39), datang untuk menemui anaknya. Betapa kagetnya Mino mengetahui kondisi sang anak yang tak sadarkan diri di kasurnya.
Mino kemudian membawa putranya itu ke Rumah Sakit Umum Astrini, Wonogiri pada Minggu (14/12). Sempat mendapatkan perawatan intensif, nyawa korban tidak bisa diselamatkan hingga mengembuskan nafas terakhir pada Senin (15/12).
"Ketika orang tuanya datang menjenguk pada hari Minggu, korban sudah dalam keadaan mengigau dan tidak dalam sadarkan diri," ucapnya.
"Dari pengelola (Ponpes) dari keterangannya sudah memeriksakan (korban). Kebetulan orang tua korban pas ke sana mau memberikan uang saku. Pas ditengok ke kamar kondisinya mengigau akhirnya dibawa ke rumah sakit," imbuhnya.
Saat disinggung penyebab kematian korban, Agung masih menunggu hasil proses autopsi. Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam.
"Nanti kita sampaikan lebih lanjut (penyebab kematiannya), kita tidak bisa menduga-duga seperti apa. Setelah dari autopsi kita bisa sampaikan lebih lanjut terkait penyebab kematian," terangnya.
Dijelaskan, kasus meninggalnya santri tersebut berdasarkan laporan dari keluarga korban. Sebab, keluarga curiga ada luka lebam pada tubuh putranya.
"Ada laporan dari keluarga. Jadi saat memandikan jenazah korban, dari keluarga menaruh kecurigaan di tubuh korban ada beberapa luka memar," pungkasnya.
