Upacara Hari KORPRI pada 1 Desember 2025 sudah semakin dekat, dan satu bagian penting yang selalu ditunggu dalam rangkaiannya adalah pembacaan Panca Prasetya KORPRI. Meski hari jadi KORPRI jatuh pada Sabtu, 29 November, pelaksanaan upacara dipindah ke hari Senin agar seluruh instansi bisa mengikuti secara serempak dan tertib.
Di dalam upacara nanti, Panca Prasetya dibacakan setelah Pembukaan UUD 1945 dan menjadi janji bersama yang membedakan upacara Hari KORPRI dari upacara bendera lainnya. Teksnya singkat, tetapi maknanya kuat mulai dari kesetiaan pada negara, profesionalisme, hingga nilai pengabdian.
Agar persiapan upacara lebih matang, yuk lihat teks Panca Prasetya selengkapnya, aturan pembacaan resmi, serta makna dari tiap butir yang sudah dirangkum berikut ini. Kamu juga bisa mengunduh versi PDF resminya untuk kebutuhan upacara atau latihan pembacaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin utamanya:
- Panca Prasetya KORPRI dibacakan dalam urutan khusus pada upacara Hari KORPRI, menjadi bagian yang tidak ada di upacara bendera reguler.
- Versi PDF Panca Prasetya KORPRI resmi tersedia untuk kebutuhan latihan, penyelenggaraan upacara, atau dokumentasi instansi.
- Setiap butir Panca Prasetya memiliki makna mendalam terkait integritas, pelayanan publik, dan komitmen ASN terhadap negara.
Teks Panca Prasetya KORPRI
Dikutip dari laman resmi KORPRI Kota Jogja, berikut ini merupakan teks Panca Prasetya KORPRI selengkapnya.
PANCA PRASETYA KORPRI
Kami Anggota Korps Pegawai Republik Indonesia adalah insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjanji:
1. Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
2. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara.
3. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan.
4. Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia.
5. Menegakkan kejujuran, keadilan dan disiplin serta meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.
Link PDF Teks Panca Prasetya KORPRI
Setelah mengetahui teks lengkap Panca Prasetya KORPRI di atas, detikers mungkin juga membutuhkan versi dokumen resminya untuk keperluan upacara. Oleh karena itu, berikut tautan PDF yang dapat kamu akses dengan mudah.
==> Link PDF Teks Panca Prasetya KORPRI <==
Aturan Membaca Panca Prasetya KORPRI
Panca Prasetya KORPRI dibacakan dalam rangkaian upacara bendera sesuai urutan resmi yang sudah ditetapkan. Teks ini tidak dibacakan sembarangan, tetapi memiliki tata cara khusus.
Sesuai dengan lampiran Surat Edaran Pengurus KORPRI Nasional Nomor SE-7/KU/X/2025, Panca Prasetya KORPRI dibacakan setelah pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan sebelum pembacaan sambutan Presiden atau Ketua Dewan Pengurus KORPRI Nasional. Panca Prasetya KORPRI dibacakan oleh salah satu petugas khusus, bukan oleh pembina upacara.
Ketika petugas membacakan teks tersebut, semua peserta upacara wajib mengikuti isinya. Artinya, peserta mengucapkan Panca Prasetya secara serempak setelah atau bersama petugas yang memimpin bagian tersebut.
Makna Panca Prasetya KORPRI
Panca Prasetya KORPRI menjadi landasan sikap dan janji moral setiap anggota KORPRI yang telah sah menjalani proses rekrutmen, pendidikan, pengangkatan, hingga mengucapkan sumpah sebagai Pegawai Republik Indonesia. Berikut makna dari setiap butirnya dikutip dari laman resmi KORPRI Pemerintah Kota Balikpapan.
1. Makna Prasetya Pertama
Butir pertama menegaskan bahwa kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sikap batin. Anggota KORPRI wajib setia dan taat pada pemerintah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta mengamalkannya dengan sadar dan penuh tanggung jawab. Kesetiaan ini muncul dari pemahaman dan keyakinan yang mendalam terhadap dasar negara.
2. Makna Prasetya Kedua
Prasetya kedua mengajarkan anggota KORPRI untuk menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara dengan memelihara martabat dan nilai-nilai luhur. Selain itu, setiap anggota wajib memegang teguh rahasia negara maupun rahasia jabatan yang diketahuinya karena jabatannya. Kerahasiaan ini menjadi kewajiban etik dan hukum, yang tetap berlaku meskipun pegawai sudah pensiun.
3. Makna Prasetya Ketiga
Butir ketiga menekankan bahwa kelancaran pemerintahan dan pembangunan sangat bergantung pada kualitas pegawai negara. Karena itu, anggota KORPRI harus melaksanakan kebijakan pemerintah dengan sungguh-sungguh, memahami peraturan, serta selalu mengutamakan kepentingan negara di atas pribadi atau golongan. Anggota KORPRI juga bertugas melayani masyarakat secara profesional dan tanpa pamrih.
4. Makna Prasetya Keempat
Prasetya keempat mengandung pesan tentang menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Anggota KORPRI perlu menghayati nilai Pancasila, meningkatkan kerukunan antarumat beragama, menghormati adat dan kebiasaan masyarakat, serta menunjukkan kepedulian sosial. Kesetiakawanan KORPRI juga penting dijaga sebagai sikap batin dalam bekerja bersama mencapai tujuan negara.
5. Makna Prasetya Kelima
Butir kelima menekankan pentingnya kejujuran, keadilan, disiplin, dan semangat untuk berbuat lebih baik secara terus-menerus. Anggota KORPRI harus bekerja tertib, cermat, dan tidak menyalahgunakan wewenang. Selain itu, mereka perlu berperan aktif meningkatkan kesejahteraan umum dan meningkatkan profesionalisme yang ditandai kemampuan, kreativitas, serta kesanggupan menyelesaikan tugas secara tepat dan efektif.
Dengan memahami teks Panca Prasetya KORPRI dan maknanya, upacara Hari KORPRI bisa dijalani dengan lebih khidmat dan penuh kesadaran tentang peran besar ASN dalam memajukan pelayanan publik. Semoga bermanfaat, detikers!
(sto/alg)











































