Polemik perebutan kekuasaan Keraton Kasunanan Solo masih terus berlanjut. Dia putra mendiang Paku Buwono (PB) XIII sama-sama mengukuhkan diri sebagai raja baru bergelar PB XIV.
Langkah raja kembar ini, PB XIV Mangkubumi dan PB XIV Purbaya, tidak berkenan di hati Mahamenteri Keraton Kasunanan Solo, KGPA Tedjowulan. Adik mendiang PB XIII itu pun memberikan teguran kepada keduanya.
Teguran ke PB XIII Purbaya
Teguran kepada PB XIV Purbaya dilayangkan dalam bentuk surat. Tejowulan merasa PB XIV beberapa kali bertindak tanpa berkoordinasi dengannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mahamenteri Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan, memberikan peringatan kepada KGPH Puruboyo melalui surat kepada Pengageng Parentah Keraton KGPH Adipati Dipokusumo karena telah melakukan pelantikan bebadan atau organisasi baru di Keraton," kata Juru Bicara KGPA Tedjowulan, Kanjeng Pakoenegoro, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, PB XIV sudah beberapa kali melakukan tindakan tanpa berkoordinasi dengan TEdjowulan yang saat ini mengklaim sebagai ad interim raja di Keraton Solo. Tindakan itu berupa pengukuhan diri sebagai raja, menggelar jumenengan, hingga melantik bebadan di dalam keraton.
PAdahal, Tedjowulan pernah mengirimkan surat kepada pihak Paku Buwono XIV Purbaya untuk menahan diri dalam masa berkabung. Menurutnya, KGPA Tedjowulan telah mengirimkan surat imbauan 16/MM/KKSH/11-2025 pada 14 November kepada Pengageng Parentah Keraton KGPH Adipati Dipokusumo.
"Sebelumnya, kami telah mengirimkan surat imbauan untuk menahan diri dalam masa berkabung 40 hari setelah Suruddalem Paku Buwono XIII. Tapi, Gusti Puruboyo tetap mengadakan jumenengan. Berikutnya, hari ini melantik bebadan, oleh karena itulah, Maha Menteri mengambil tindakan dengan memberikan peringatan," jelas Pakoenegoro.
Dirinya menegaskan bahwa Tedjowulan meyesalkan langkah KGPH Purbaya yang melakukan jumenengan tanpa adanya koordinasi terlebih dahulu.
"Maha Menteri menyesalkan tindakan sepihak tanpa koordinasi atas jumenengan KGPH Purboyo. Itu berarti arahan Menteri Kebudayaan dan imbauan Maha Menteri Keraton Surakarta tidak diindahkan, tindakan ini dapat berdampak negatif pada pengelolaan dan masa depan Keraton," pungkasnya.
Teguran ke PB XIV Mangkubumi
Teguran yang sama juga diberikan kepada PB XIV Mangkubumi. Namun teguran tersebut disampaikan dalam bentuk lisan.
Juru bicara Maha Menteri KGPA Tedjowulan, Kanjeng Pakoenegoro mengatakan bahwa pihak Lembaga Dewan Adat (LDA) juga sudah menemui Tedjowulan. Kedatangan LDA, kata dia untuk memberi keterangan mengenai pengukuhan sepihak KGPH Mangkubumi.
"Mahamenteri telah memberikan peringatan lisan kepada Ketua LDA, dan peringatan tersebut diterima dengan baik oleh yang bersangkutan, disertai permintaan maaf, komitmen tidak mengulangi tindakan tanpa koordinasi dengan Mahamenteri, dan sikap menghormati masa berkabung 40 hari atas Suruddalem Paku Buwono XIII," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Jumat (28/11/2025).
Dirinya mengatakan, pengukuhan Mangkubumi sebagai PB XIV bukan dilakukan oleh LDA. Melainkan oleh Mangkubumi sendiri.
"Pengukuhan KGPH Hangabehi (Mangkubumi) sebagai Paku Buwono XIV bukan oleh LDA melainkan oleh dirinya sendiri setelah dikukuhkan sebagai Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amangkunagara Sudibyo Raja Putra Narendra Mataram Ingkang Kaping VII oleh Ketua LDA," ucapnya.
Ia mengatakan, setelah adanya pengukuhan tersebut, PB XIV Mangkubumi telah menemui Tedjowulan untuk memberikan keterangan. Dari pertemuan itu juga, Tedjowulan memberikan peringatan secara tertulis untuk PB XIV Mangkubumi.
Sayangnya, pihak Tedjowulan tidak mengungkapkan kapan waktu pertemuan tersebut.
"Tentang hal tersebut, Gusti Hangabehi (Mangkubumi) juga telah menemui Mahamenteri untuk memberi keterangan. Kepadanya telah diberikan peringatan lisan. Peringatan diterima dengan baik oleh yang bersangkutan, disertai permintaan maaf, komitmen tidak mengulangi tindakan tanpa koordinasi dengan Maha Menteri, dan sikap menghormati masa berkabung 40 hari atas Suruddalem Paku Buwono XIII," pungkasnya.
Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Soeharto Pahlawan-Aksi Cium Gus Elham Tuai Kecaman"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ahr)











































