Doa Bersama Awali Hari Kedelapan Pencarian Korban Longsor Cilacap

Doa Bersama Awali Hari Kedelapan Pencarian Korban Longsor Cilacap

Anang Firmansyah - detikJateng
Kamis, 20 Nov 2025 09:36 WIB
Doa Bersama Awali Hari Kedelapan Pencarian Korban Longsor Cilacap
Tim SAR gabungan bersama keluarga korban menggelar doa bersama dalam operasi pencarian hari kedelapan peristiwa tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Kamis (20/11/2025). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Cilacap -

Operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada hari kedelapan kembali dilanjutkan. Kegiatan ini diawali dengan apel dan doa bersama yang dipimpin oleh pemuka agama setempat.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dan diikuti keluarga korban serta seluruh unsur SAR.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Cilacap, Priyo Prayudha Utama, mengatakan doa bersama digelar untuk memberikan kekuatan kepada keluarga korban dan menyatukan semangat tim di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini kami melakukan apel yang dipimpin langsung oleh Kepala Basarnas Republik Indonesia, sekaligus doa bersama dengan keluarga korban," ujar Priyo kepada wartawan, Kamis (20/11/2025).

ADVERTISEMENT

Doa tersebut dipimpin pemuka agama setempat. Priyo berharap kegiatan ini memberikan ketenangan bagi para keluarga yang masih menunggu proses pencarian.

"Harapan kami, dengan doa bersama ini keluarga korban bisa merasakan bahwa seluruh tim SAR yang melaksanakan operasi pencarian juga merasakan hal yang sama. Kami merasakan kesedihan yang sama, dan memiliki harapan yang sama untuk bisa mengevakuasi seluruh korban yang tersisa," katanya.

Priyo menegaskan seluruh unsur yang terlibat mulai dari tim SAR gabungan, keluarga korban, hingga pemerintah berada dalam satu frekuensi tujuan.

"Dengan demikian, kita semua memiliki satu visi, misi, dan rasa. Satu jiwa, satu rasa," ucapnya.

Operasi pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan membagi area kerja pada beberapa titik prioritas di worksite B-1 dan A-1.

Hingga saat ini tim SAR gabungan telah mengevakuasi total 20 korban longsor dalam kondisi tewas. Sementara 3 korban longsor masih dalam pencarian intensif.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads