Memilih makanan kucing ternyata tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ini dikarenakan setiap kucing ternyata memiliki kebutuhan tersendiri yang perlu dipahami dengan baik oleh pemiliknya. Lantas, bagaimana ya cara memilih makanan kucing yang bagus?
Makanan kucing yang bagus tentu yang dapat memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi. Bahkan antara kucing yang satu dengan lainnya bisa saja memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga pemilihan pakan perlu dilakukan dengan cara yang berbeda pula.
Misalnya saja pemberian ikan asin pada kucing liar atau rumahan yang selama ini dilakukan oleh sebagian orang. Kendati ada kucing yang menyukai ikan asin dan lahap selama menyantapnya, ternyata ada jenis kucing tertentu yang justru cenderung kurang menyukainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan dalam buku '242 Tips Merawat Binatang Kesayangan' oleh Tim Penulis PS, jenis kucing persia sebaiknya tidak diberi ikan asin. Mengapa? Alasannya karena ikan asin bisa menjadi salah satu penyebab rontoknya bulu pada kucing persia. Hal ini pun dapat berpengaruh pada tampilan kucing persia yang biasanya identik dengan bulu tebal dan halus.
Untuk itu, pemberian pakan bagi kucing ada baiknya dilakukan secara berhati-hati. Sebagai referensi, mari simak sejumlah cara memilih makanan kucing yang bagus lengkap dengan tipsnya.
Poin Utamanya:
- Cara memilih makanan kucing yang bagus adalah dengan menyesuaikan usia dan kondisi kucing agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi dengan tepat.
- Makanan kucing yang tepat juga perlu memperhatikan kandungan dan label nutrisi untuk memastikan gizinya seimbang dan aman.
- Tips lainnya memilih makanan kucing yang bagus adalah menyesuaikan jenis pakan dengan kebiasaan kucing supaya tetap lahap dan sehat.
Bagaimana Ciri-ciri Makanan Kucing yang Bagus?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, makanan kucing yang bagus tentunya yang mampu memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi kucing itu sendiri. Menurut buku 'Kucing: Complete Guide Book For Your Cat' karya Cacang Effendi dan NS Budiana, makanan kucing yang tepat bisa disesuaikan dengan usia masing-masing kucing.
Hal tersebut dikarenakan kucing yang masih anakan perlu diberi makan berbeda dengan kucing yang sudah dewasa. Pemberian pakan sesuai usia diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi kucing, baik itu yang masih anakan atau yang sudah berusia dewasa.
Biasanya ada berbagai merek pakan kucing yang sudah dibuat sesuai dengan target umur setiap kucing. Untuk itu, memberikan kucing makanan yang sesuai dengan usianya diharapkan dapat membantu pertumbuhan kucing lebih optimal.
Kemudian ada juga cara memilih makanan kucing yang bagus dengan menyesuaikan pada kebutuhan nutrisi kucing sesuai usia. Di dalam 'Majalah Cat And Dog Edisi 20 (Oktober-November 2018)', dijelaskan kucing yang masih anakan butuh sumber nutrisi berupa protein. Oleh sebab itu, memberikan pakan yang tinggi protein bisa dipertimbangkan.
Tak hanya anakan kucing saja, kucing betina yang sedang hamil juga perlu protein. Untuk itu, beri pakan variasi kucing dewasa yang tinggi protein khusus kucing betina yang hamil. Sebaliknya, kucing dewasa tidak cocok diberi pakan tinggi protein.
Alasannya karena sistem kantong kemih kucing dewasa cukup sensitif, sehingga sebaiknya mulai dikurangi pemberian pakan tinggi protein. Kendati begitu, pemberian protein tetap diperlukan tapi dalam batasan yang secukupnya saja alias tidak berlebihan.
6 Tips Memilih Makanan Kucing yang Bagus
Selain mempertimbangkan beberapa hal yang sebelumnya sudah dibahas, ada juga beberapa tips memilih makanan kucing yang bisa menjadi pertimbangan. Dihimpun dari 'Majalah Cat And Dog Edisi 5 (April-Mei 2016)' hingga laman Cornell Feline Health Center dan The Spruce Pets, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.
1. Penuhi Kebutuhan Nutrisi
Pertama-tama, tips memilih pakan kucing yang benar adalah dengan cara memenuhi kebutuhan nutrisinya. Sama halnya dengan makhluk hidup lain, kucing juga membutuhkan nutrisi yang cukup guna membentuk energi yang digunakan dalam beraktivitas sehari-hari.
Kendati kucing dikenal sebagai hewan yang suka tidur, tapi mereka tetap membutuhkan nutrisi yang seimbang. Dikatakan ada setidaknya 41 nutrien yang dibutuhkan oleh kucing dalam jumlah yang seimbang. Pemenuhan kebutuhan nutrien tadi perlu diperhatikan guna mendukung kesehatan kucing secara menyeluruh.
Secara umum, nutrien yang diperlukan oleh kucing terdiri dari asam amino, vitamin, lemak, dan juga mineral. Tak hanya memenuhi kebutuhan nutrien saja, pemilik kucing juga perlu menyeimbangkannya dengan air. Ini dikarenakan kucing juga perlu air sebagai sumber minum yang mampu mendukung hidrasi sehari-hari.
2. Perhatikan Asupan Karbohidrat dan Lemak
Sebelumnya sudah disinggung mengenai lemak yang termasuk dalam nutrien diperlukan oleh kucing. Ada sejumlah peran yang mampu diberikan oleh lemak dalam pakan kucing. Ketiganya tak lain adalah sebagai sumber asam lemak esensial, menyediakan energi, dan juga memicu nafsu makan.
Lemak juga berperan cukup penting dalam pembentukan jaringan kulit dan bulu yang sehat. Biasanya lemak dapat ditemukan pada ikan atau unggas, yang mana beberapa di antaranya sudah termasuk sebagai bahan pakan yang dijual di pasaran.
Selain lemak, kucing juga perlu mendapatkan karbohidrat yang cukup. Karbohidrat di sini bukan berarti selalu berkaitan dengan nasi. Sebaliknya, ada bahan-bahan lainnya yang biasanya ditambahkan dalam pakan kucing yang mampu mendukung kebutuhan karbohidrat hewan ini. Sebut saja biji-bijian yang disesuaikan dengan tingkat usia maupun kondisi kucing.
3. Memiliki Label Nutrisi yang Jelas
Selanjutnya, ada tips lain berupa merek yang dibeli memiliki label nutrisi yang jelas. Hampir setiap merek pakan kucing akan mencantumkan label nutrisi yang jelas. Hal ini dapat memudahkan setiap pemilik anak bulu (anabul) untuk memahami kandungan yang ada pada pakan tersebut sebelum benar-benar diberikan pada kucing mereka.
Dengan adanya label nutrisi ini juga memudahkan bagi pemilik anabul menyesuaikan kebutuhan nutrisi bagi kucing. Baik itu sesuai dengan kebutuhan kucing berdasarkan usia atau kondisi tertentu. Pasalnya, ada beberapa kucing yang tengah dalam perawatan kesehatan tertentu.
Nah, biasanya dokter hewan yang melakukan tindakan perawatan akan memberikan saran tentang bahan-bahan yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi kucing dengan diagnosis tertentu. Untuk itu, label nutrisi menjadi hal yang penting diperhatikan.
4. Kuning Senior Butuh Perlakuan Berbeda
Sebelumnya, sudah sedikit dijelaskan tentang kebutuhan pakan bagi kucing anakan, kucing betina yang sedang hamil, hingga kucing dewasa pada umumnya. Ternyata pakan kucing juga perlu diperhatikan bagi pemilik kucing senior. Istilah senior di sini merujuk pada kucing yang telah berusia cukup tua.
Dikatakan kucing senior sering kali telah mengalami penurunan aktivitas dan juga metabolisme di dalam tubuhnya. Kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko kucing mengalami obesitas. Oleh sebab itulah, pemberian pakan kucing senior benar-benar patut diperhatikan.
Satu di antaranya dengan cara berkonsultasi kepada dokter hewan. Umumnya, dokter hewan akan memberikan saran tentang pakan yang tepat sesuai dengan kondisi atau kesehatan kucing senior. Termasuk bahan-bahan yang bisa dipertimbangkan guna mempertahankan massa otot kucing senior.
5. Jenis Pakan Kucing Berbeda
Kemudian ada juga jenis pakan kucing yang perlu dipertimbangkan. Untuk diketahui, ada jenis pakan kucing berupa makanan kering, makanan basah, mentah, hingga buatan sendiri. Untuk mengetahui mana yang cocok bagi anabul kita, diperlukannya rekomendasi dari ahli gizi atau uji coba.
Beberapa kucing mungkin tidak begitu menyukai pakan kering, sehingga hanya lahap apabila diberi pakan basah. Begitu juga dengan makanan mentah atau buatan sendiri yang mana tidak semua kucing menyukainya.
Khusus pakan kucing buatan sendiri, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter hewan atau ahli gizi hewan terlebih dahulu. Pasalnya, tidak semua bahan-bahan yang diberikan pada kucing mampu memenuhi kebutuhan nutrisi. Untuk itu, apabila ingin membuat pakan kucing sendiri, sebaiknya dipertimbangkan dengan baik sebelum memulainya.
6. Kebiasaan Kucing
Tak hanya memperhatikan kebutuhan nutrisi yang terbaik bagi anabul, ternyata kebiasaan mereka juga perlu dipertimbangkan dalam pemilihan pakan. Ini dikarenakan tidak semua kucing akan merasa cukup pada satu jenis makanan.
Sebagian di antaranya justru punya kebiasaan menyantap lebih dari satu jenis makanan. Ini dikarenakan saat diberi satu jenis saja, mereka cenderung rewel dan enggan menyentuhnya. Apabila kucing kehilangan nafsu makannya, maka bisa berpengaruh pada kesehatan secara menyeluruh.
Oleh sebab itu, mempertimbangkan kebiasaan kucing tetap perlu dilakukan. Cobalah memberikan variasi pakan apabila kucing merasa bosan atau enggan menyantap satu jenis pakan yang sama. Misalnya saja apabila kucing terbiasa makan pakan kering, maka bisa diimbangi dengan pakan basah sesekali.
Itulah tadi rangkuman mengenai cara memilih makanan kucing yang bagus lengkap dengan tipsnya. Selamat mencoba!
(sto/ams)











































