Keraton Kasunanan Solo rencananya akan menobatkan raja baru atau jumenengan Paku Buwono (PB) XIV akhir pekan ini. Hanya saja, salah satu adik Paku Buwono XIII, GRAy Koes Murtiyah Wandansari atau Gusti Moeng menyebut pembicaraan soal suksesi belum selesai.
Awalnya Gusti Moeng, sapaannya itu mengatakan Bbahwa Keraton Solo adalah cagar budaya yang sangat penting sebagai pendana peradaban budaya Indonesia.
"Oleh karena itu keberadaannya harus dilindungi berdasarkan Undang-Undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Rabu (12/11/2025).
Lebih lanjut mengenai suksesi, Gusti Moeng mengatakan masih diperlukan rembuk keluarga besar agar pelaksanaan suksesi sesuai dengan ketentuan adat maupun hukum.
"Dalam hal suksesi kepemimpinan di Keraton Surakarta Hadiningrat, masih diperlukan rembug keluarga besar agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan adat maupun ketentuan hukum nasional dikarenakan Karaton Surakarta Hadiningrat adalah National Living Heritage atau Cagar Budaya hidup yang masih lengkap dengan semua elemennya," jelasnya.
Menurutnya, saat ini masih dilakukan komunikasi antara putra tertua PB XIII, KGPH Mangkubumi dengan KGPAA Hamangkunegoro yang akhir pekan ini akan dinobatkan sebagai PB XIV. Menurutnya, sampai saat ini pembicaraan kedua belah pihak belum selesai.
"Saat ini KGPH Hangabehi sebagai putera tertua Paku Buwono XIII masih terus berupaya melakukan komunikasi dengan adiknya KGPH Purboyo yang sampai saat ini belum tuntas pembicaraannya," bebernya.
Untuk itu, dalam rangka menjalankan amanat konstitusi dan kemajuan kebudayaan di Keraton Solo maka Kementerian Kebudayaan diharapkan bisa ikut hadir.
(ahr/apl)