Ngirit Anggaran, ASN di Pemkot Solo Bakal WFH Sepekan Sekali

Ngirit Anggaran, ASN di Pemkot Solo Bakal WFH Sepekan Sekali

Tara Wahyu NV - detikJateng
Kamis, 16 Okt 2025 15:48 WIB
Wali Kota Solo, Respati Ardi ditemui di Srikayu, Kamis (16/10/2025)
Wali Kota Solo, Respati Ardi ditemui di Srikayu, Kamis (16/10/2025). Foto: Tara Wahyu/detikJateng
Solo -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memangkas dana Transfer ke Daerah (TKD) kota Solo sebesar Rp 218 miliar. Karena itu, Wali Kota Solo, Respati Ardi, berusaha irit anggaran salah satunya dengan menerapkan work from home (WFH) sepekan sekali.

Respati mengatakan, telah mengumpulkan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pemangkasan tersebut. Ia sendiri juga menantang untuk berinovasi penghematan.

"Kita akan coba pastikan untuk pengefisienan di Kota Solo yang kepegawaian tidak berhubungan dengan pelayanan publik, kita seminggu sekali akan wfh-kan. Jadi makan minum, listrik, transportasi kita efisienkan 30 persen, ketika biasanya makanan snack tiga kali, ini cuma sekali, air mineral bawa tumbler, ya kita mulai frugal living untuk Pemkot Solo," katanya ditemui di Srikayu, Banjarsari, Kamis (15/10/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, WFH hanya akan berlaku untuk pegawai di Sekretariat. Sedangkan yang bersinggungan dengan masyarakat dan tetap bekerja seperti biasa.

"Itu untuk OPD yang bisa digilir yang tidak berhubungan dengan layanan masyarakat, Puskesmas, Satpol, pendidikan itu tidak boleh. Tapi hal-hal berkaitan kesekretariatan bisa rapat-rapat, zoom-zoom ya kita work from anywhere itu langkah bisa menghemat untuk langkah yang tidak perlu. Mulai tahun depan," bebernya.

ADVERTISEMENT

Meski ada efisiensi, Respati memastikan pemangkasan tidak berpengaruh pada Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Ia memastikan TPP pegawai tidak akan dikurangi.

"TPP saya pastikan kepegawain kemarin sempat ada inisiasi itu, tapi saya pastikan TPP di kepegawaian Pemkot tidak ada yang dikurangi tanpa mengurangi pelayanan masyarakat," ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Muryono mengatakan anggaran TKD yang dipangkas oleh pemerintah Pusat sebesar Rp 218 miliar untuk tahun 2026. Dengan berkurangnya anggaran tersebut, Kota Solo melakukan sejumlah efisiensi.

"Dana TKD kita itu kalau secara keseluruhan dibandingkan dengan yang sudah kita rencanakan itu ada penurunan kurang lebih Rp 218 miliar, kurang lebih segitu, agar tetap bisa jalan kita lakukan penghematan," ungkapnya.

Upaya yang nantinya akan dilakukan, kata Budi, yakni melakukan efisiensi terhadap biaya langganan. Seperti, penggunaan listrik, air hingga makanan dan minuman.

"Misalnya biaya makan minum belum rapat itu coba kita efisienkan. Biaya, langganan-langganan kita coba efisienkan dengan nanti kita coba akan mengatur penggunaan listrik maupun air di OPD

"Penyalaan lebih sesuai kebutuhan saja. Nanti dinyalakan cukup sekian saja, tidak semua dinyalakan. Air juga begitu, nanti diminta penghematan penggunaannya," pungkasnya.




(afn/ahr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads