Cerita Ortu Kaget Anaknya yang Difabel Diamankan Saat Aksi Ricuh di Semarang

Cerita Ortu Kaget Anaknya yang Difabel Diamankan Saat Aksi Ricuh di Semarang

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Minggu, 31 Agu 2025 15:13 WIB
Sejumlah orang tua masih menunggu bisa bertemu dengan anaknya yang diamankan Polda Jateng saat demo ricuh, Minggu (31/8/2025).
Sejumlah orang tua masih menunggu bisa bertemu dengan anaknya yang diamankan Polda Jateng saat demo ricuh, Minggu (31/8/2025). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Puluhan orang tua yang anaknya ditangkap polisi mendatangi Mapolda Jateng di Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Salah satu orang tua mengaku kaget anaknya yang difabel turut diamankan polisi.

Pantauan detikJateng di Mapolda Jateng sekitar pukul 13.40 WIB hari ini, tampak puluhan bapak dan ibu berdiri di pelataran Mapolda Jateng. Mereka yang awalnya tak saling kenal itu berkumpul menunggu kepastian kapan bisa bertemu anak-anak mereka.

Panas terik di Kota Semarang membuat para orang tua yang sudah bertemu sejak kemarin itu memilih duduk di sepanjang Jalan Pahlawan. Salah satu orang tua yang tak ingin disebut identitasnya mengaku sudah meminta pihak kepolisian agar diperbolehkan untuk menemui anaknya, tapi belum berhasil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah dari kemarin di sini, katanya jam 22.00 WIB mau dihubungi, tapi nggak dihubungi. Katanya malam mau dipertemukan tapi nggak jadi. Terus tadi siang, tapi belum jadi juga. Infonya nanti jam 15.00-16.00 WIB," kata seorang ibu kepada detikJateng, Minggu (31/8/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menyebut sudah menunggu tanpa kepastian bersama para orang tua lainnya. Anaknya yang masih pelajar kelas 3 SMP itu ditangkap tanpa sepengetahuan dirinya.

"Saya kemarin tahu dari teman anak saya, jadi mereka lagi jalan di Jalan Pahlawan dan nonton aksi, terus tiba-tiba anak saya ditangkap," jelasnya.

Selain itu, ada pula orang tua yang mengaku anaknya difabel juga ditangkap oleh pihak kepolisian. Ia mengetahui kabar anaknya ditangkap dari guru sekolah anaknya.

"Anak saya SLB, tuna rungu, sekolah di Ketileng. Saya dapat kabar dari gurunya, gurunya telepon magrib katanya ketangkep ikut demo tapi pamitnya ke saya main, saya juga nggak tahu," kata ibu berinisial D tersebut.

"Terus gurunya ditelpon pihak kepolisian saya suruh nunggu kabar untuk penjemputan anaknya," lanjutnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto telah menemui para orang tua di depan Mapolda Jateng. Ia menyebut anak-anak yang diamankan petugas dalam keadaan baik dan sedang mengikuti pemeriksaan.

"Jumlahnya cukup banyak, yaitu 327 orang. Terhadap seluruh anak tersebut kita fasilitasi dan beri pelayanan dengan baik. Kita cukupi makan dan minumnya, sampai ke kamar mandi pun kita fasilitasi, tidak ada yang menerima perlakuan kasar dari petugas di dalam," jelasnya.

Ia menyebut orang tua belum bisa menemui anak-anaknya lantaran masih dalam proses pendataan dan pemeriksaan. Mereka baru bisa menemui anaknya nanti sore.

"Nanti sore bapak ibu kami fasilitasi untuk masuk ke Gedung Borobudur. Kami persiapkan kursi, di ruangan yang ber-AC dan nyaman saat bertemu dan menjemput anak-anaknya," ujarnya.




(afn/dil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads