Polda Jateng Tangkap 318 Orang Diduga Hendak Rusuh Saat Demo Semarang

Polda Jateng Tangkap 318 Orang Diduga Hendak Rusuh Saat Demo Semarang

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Sabtu, 30 Agu 2025 21:08 WIB
Suasana Kantor Gubernur dan DPRD Jateng di Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, yang gelap gulita, Sabtu (30/8/2025).
Suasana Kantor Gubernur dan DPRD Jateng di Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, yang gelap gulita, Sabtu (30/8/2025). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Polda Jawa Tengah (Jateng) telah menangkap ratusan massa aksi yang diduga hendak melakukan aksi anarkis. Hingga malam ini sudah ada 318 orang yang ditangkap.

Pantauan detikJateng di sekitar Mapolda Jateng, kondisi sudah lengang meski polisi masih berjaga di beberapa titik. Mereka juga tampak mengendarai motor ke beberapa wilayah.

"Sampai dengan jam 19.30 WIB ini pelaku anarko ditangkap 318 orang," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, melalui pesan singkat, Sabtu (30/8/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan dan pendataan oleh Ditreskrimum Polda Jateng," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan, Polda Jateng berkomitmen menjaga Jateng, khususnya Kota Semarang tetap aman dan kondusif. Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk anarkis.

"Kami imbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi untuk ikut melakukan aksi anarkis karena sangat merugikan masyarakat dan perekonomian," tandasnya.

Diketahui, penangkapan massa aksi yang diduga rusuh dilakukan di Jalan Pahlawan sekitar Mapolda Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang sejak sore ini.

Para polisi berjaga di sepanjang Jalan Pahlawan. Beberapa dari mereka mengenakan seragam dan ada yang berhelm. Sementara sebagian besar lainnya mengenakan pakaian hitam dan ojek online (ojol).

Mereka menangkapi massa yang berlarian maupun menggunakan motor. Beberapa dari mereka tampak masih berada di bawah umur.

Para pengendara yang melintas di Jalan Pahlawan dan mengambil gambar pun sempat diberhentikan dan diminta untuk menghapus gambar dan video yang diambilnya.

Awak media juga sempat diminta untuk tidak mendokumentasikan hal tersebut. Namun, Artanto menyebut, wartawan diperbolehkan meliput peristiwa tersebut.

Saat beberapa orang yang terlihat masih pelajar itu melarikan diri, orang-orang itu langsung mengejar. Saat tertangkap, merena langsung bersorak. Tak jarang pula mereka terlihat memukul massa yang ditangkap.

Sementara itu, Kantor Gubernur dan DPRD Jateng pun gelap gulita. Seluruh lampu dalam gedung dimatikan. Beberapa anggota aparat juga berjaga di sekitar gedung.

"Hampir semua lampu dipadamkan. Ada aparat yang berjaga. Suasananya mencekam, tapi karena di ruang yang nyala dan bareng teman-teman jadi merasa agak aman," kata Andi (33), kata warga yang berada di sekitar Kantor Gubernur Jateng kepada detikJateng.




(apu/apu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads