Ratusan mahasiswa menggelar aksi di Bundaran Gladak Solo. Aksi tersebut diikuti oleh Mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret (UNS), UIN Raden Mas Said, dan Universitas Slamet Riyadi.
Dari pantauan detikJateng, Sabtu (30/8/2025), massa yang mengenakan almamater universitas masing-masing itu tiba di Bundaran Gladak sekira pukul 15.03 WIB. Tiba di Bundaran Gladak, massa berkumpul di belakang patung Slamet Riyadi menggelar salat gaib.
Ketua BEM UNS, Muhammad Faiz Zuhdi, mengatakan aksi yang digelar hari ini merupakan bentuk cinta terhadap bangsa Indonesia. Menurutnya, aksi yang digelar ini untuk melembutkan hati masyarakat Solo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kegiatan yang kita laksanakan pada sore hari ini adalah bentuk cinta kita terhadap kondisi bangsa hari ini yang rasa-rasanya memang gelombang perlawanan itu ada di setiap daerah. Hari ini kita ada standing posisi di mana perlawanan kita di sore hari ini kita bagaimana melembutkan hati terlebih dahulu," katanya ditemui di Bundaran Gladak Solo.
Dalam aksi tersebut pihaknya juga menyoroti tewasnya ojol asal Jakarta, yakni Affan Kurniawan. Untuk itu, pihaknya menggalakkan aksi solidaritas untuk menyampaikan kepedulian.
"Hari ini kita menggalakkan aksi solidaritas untuk menyampaikan kepedulian kita terhadap almarhum Affan dan untuk semua korban-korban representatif daripada instansi Polri ini yang tadi saya sampaikan bahwa ini merupakan instansi paling buruk di Indonesia yang perlu segera berbenah," bebernya.
Faiz berbelasungkawa terhadap kematian Affan Kurniawan. Yang kedua, pihaknya menolak tindakan representatif Polri yang melakukan penangkapan terhadap sejumlah massa demo.
"Jelas kita di sini menolak semua representasi Polri dalam artian untuk di tataran penangkapan, semua harus berbenah agar sisi humanisasi nilai-nilai HAM itu bisa tergantung dalam setiap tantangan," bebernya.
"Terus yang terakhir yang jelas kita di sini tegas bahwa kita menyampaikan perlu adanya tagline bebaskan kawan kami. Karena hari ini banyak kawan-kawan kita yang berjuang, banyak kawan-kawan kita yang menyampaikan keresahan aspirasi tapi nyatanya ditangkap," sambungnya.
Mengenai aksi kemarin yang sampai ricuh, Faiz menyebut gelombang besar amukan massa dari rakyat berbanding lurus dengan apa yang terjadi di Indonesia.
"Yang pasti bahwa apa yang kita sepakati hari ini bahwa besarnya gelombang amukan massa dari rakyat dan luasnya perlawanan yang hadir daripada setiap daerah itu berbanding lurus daripada apa yang memang terjadi di negara ini," bebernya.
"Dalam artian memang negara ini sedang sakit, negara ini sedang tidak baik-baik saja, negara ini perlu ada pembaharuan-pembaharuan lagi," lanjutnya.
Sementara itu, aksi yang berlangsung di Jalan Slamet Riyadi itu juga melakukan tabur bunga dan menyalakan lilin dan menyampaikan orasi dari masing-masing universitas.
"Kita tadi ada salat gaib untuk mendoakan secara langsung dan menghormati secara jelas kepergian almarhum Affan. Lalu yang kedua kita ada orasi pencerdasan, bagaimana kita mencerdaskan isu dari kawan-kawan sekalian dan yang ketiga nanti kita ada tabur bunga yang nanti diiringi juga mendoakan," pungkasnya.
(apu/ams)