Demo Lanjutan di Semarang Ricuh, Polisi Tangkap 95 Orang

Demo Lanjutan di Semarang Ricuh, Polisi Tangkap 95 Orang

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Sabtu, 30 Agu 2025 17:26 WIB
Aksi demo di Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu (30/8/2025) kembali ricuh.
Aksi demo di Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu (30/8/2025) kembali ricuh. Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Aksi demonstrasi kembali digelar di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan. Aksi yang dimulai dengan orasi mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) itu berujung ricuh dan penangkapan di sepanjang Jalan Pahlawan.

Pantauan detikJateng di Jalan Pahlawan, Sabtu (30/9/2025), mulanya mahasiswa Undip berorasi di halaman Mapolda Jateng sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka menyampaikan keresahannya terhadap kondisi negara saat ini.

"Melihat dinamika sosial politik negara ini, represifitas oleh aparat terus dilanggengkan, masyarakat tidak bersalah dibunuh dan dilindas, alih-alih institusi yang seharusnya mengayomi rakyat. Akan tetapi, membunuh masyarakat," kata Ketua BEM Undip, Auda Atha Ariq.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun menyampaikan tiga tuntutan yang dibawa dalam demo lanjutan sore ini, termasuk menuntut keadilan bagi Affan (21), yang tewas dilindas mobil rantis Brimob saat demonstrasi di Jakarta.

"Tuntutannya bebaskan kawan kami yang masih ditahan dan dalam proses persidangan, menuntut dan mendesak agar kapolri segera turun dari jabatan, dan usut tuntas kematian almarhum Affan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Usai mahasiswa Undip memberikan orasinya, pukul 16.20 WIB, tampak para polisi berjaga di sepanjang Jalan Pahlawan. Mereka menangkapi massa yang berlarian maupun menggunakan motor. Beberapa dari mereka tampak masih berada di bawah umur.

Para pengendara yang melintas di Jalan Pahlawan dan mengambil gambar pun diberhentikan dan diminta untuk menghapus gambar dan video yang diambilnya. Awak media juga sempat diminta untuk tidak mendokumentasikan hal tersebut.

Suasana mencekam terasa di sepanjang Jalan Pahlawan. Warga sekitar langsung berkerumun dan melihat penangkapan tersebut di sepanjang jalan.

"Saya sedang melintas di jalan pahlawan pada sekitar pukul 16.30 WIB, melihat para pengendara diberhentikan, terutama mereka yang merekam kondisi jalanan," kata Tasya (30), warga setempat kepada detikJateng.

Aksi demo di Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu (30/8/2025) kembali ricuh.Aksi demo di Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu (30/8/2025) kembali ricuh. Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Kata dia, hal tersebut pun langsung membuatnya takut untuk melewati Jalan Pahlawan. Terlebih, karena orang-orang tersebut pun tampak memukuli anak-anak yang ditangkapnya.

Tampak saat beberapa orang yang terlihat masih pelajar itu melarikan diri, terlihat aksi kejar-kejaran. Tasya juga melihat massa yang ditangkap itu digelandang ke Mapolda Jateng.

"Saya juga lihat orang-orang berpakian sipil pada nangkapin orang-orang random, mostly (kebanyakan) anak-anak laki-laki. Mereka dihajar terus dibawa masuk ke masuk ke polda. Jujur saya jadi ketakutan, badan saya gemetar semua lihat orang-orang tidak bersalah dibegitukan," urainya.

95 Orang Diamankan

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, membenarkan ada penangkapan massa ricuh. Menurutnya, ada sekitar seratusan orang yang ditangkap dalam aksi ini.

"Kalau kita lihat secara sekilas kan ini pendataan belum dimulai ya. Mereka badannya perawakannya masih pelajar. Masih ya pelajar itu badannya seperti apa kita tahu ya. Badannya lebih kurus ya," kata Artanto.

Saat ini, polisi masih mendata dan memeriksa di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng. Ia menegaskan, jika memenuhi unsur pidana maka akan dikenakan sesuai hukum yang berlaku.

"Sore hari ini kita menangkap 95 kelompok Anarko yang langsung akan dilakukan pendataan dan pemeriksaan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum," jelasnya.

"Apabila memenuhi unsur atau tidak pidana, kita akan melakukan proses sesuai dengan aturan yang berlaku," jelas dia.




(ams/apu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads