Sebanyak 45 orang massa aksi solidaritas mahasiswa dan ojek online (ojol) di Kota Semarang sudah dibebaskan. Namun, masih ada sejumlah orang ditangkap saat aksi kembali ricuh dini hari tadi.
Pantauan detikJateng, Sabtu (30/8/2025), massa mulai ditembaki gas air mata pukul 01.20 WIB. Awalnya massa aksi tengah menunggu di Mapolda Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Jumat (29/8), sebagai bentuk solidaritas terhadap massa aksi yang ditsngkap polisi.
Namun saat terdengar tembakan kembang api dari arah massa, tiba-tiba polisi mulai menembakkan gas air mata berulang kali sehingga massa pun lari berhamburan dan kabur dengan kendaraannya masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdengar suara ledakan beberapa kali. Suara motor-motor polisi yang bergerak di gang-gang di sekitar Polda pun masih terus terdengar hingga pukul 02.20 WIB.
Beberapa orang pun ditangkap pada kericuhan kali ini. Sejumlah massa sudah diamankan polisi dan dibawa ke Mapolda Jateng. Hingga pukul 04.00 WIB, massa masih bergerak di beberapa titik di Kota Semarang hingga Jalan Pahlawan ditutup.
Perwakilan Tim Solidaritas untuk Demokrasi (Suara Aksi), Bagas Budi Santoso, mengatakan tim hukum dan beberapa pengacara di Semarang sudah mendampingi massa aksi yang sebelumnya ditangkap pada aksi Jumat (29/8).
"Aksi ini lumayan keos, tapi dari aksi tersebut ditangkap beberapa kawan-kawan dan di jam 02.45 WIB ini 45 orang sudah dibebaskan, 1 di antaranya masih di rumah sakit didampingi orang tuanya," kata Bagas saat dihubungi detikJateng, Sabtu (30/8).
"Ada yang diperiksa tanpa didampingi pendamping hukum, itu yang membuat kami menyesal karena rata-rata masih di bawah umur," lanjutnya.
Namun, akibat dari kericuhan yang terjadi dini hari tadi, masih ada sejumlah massa yang baru ditangkap dan belum dibebaskan.
"Meskipun 45 orang sudah dibebaskan, ada massa aksi yang baru ditangkap. Jadi 45 sudah dibebaskan, 1 di rumah sakit, sekarang masih ada sisa lagi tapi belum pasti angkanya ada berapa yang belum dibebaskan," ungkapnya.
Polisi Amankan Oknum Massa yang Ricuh
Hal tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto. Ia mengatakan, 45 orang yang ditangkap kemarin sudah dibebaskan dini hari tadi.
"Yang 45 ditangkap Polda sudah dipulangkan tadi pagi semua," kata Artanto saat dihubungi detikJateng.
Ia menyebut aksi kembali ricuh sekitar pukul 01.30 WIB dini hari tadi. Massa yang mulanya berkumpul di Mapolda disebut sempat meminta untuk masuk menemui massa yang ditangkap.
"Mereka berkumpul banyak, 50-100 orang. Mereka menuntut temannya dikeluarkan, kemudian ada perwakilan 7 orang untuk menemui yang ditangkap. Namun yang di luar tetap melakukan provokasi melempar, teriak. Mereka nggak mau keluar ya kita dorong," jelas Artanto.
Ia menyebut, rata-rata massa yang ditangkap merupakan pelajar bukan mahasiswa. Namun, Artanto belum bisa memastikan ada berapa massa yang kembali ditangkap dini hari tadi.
"Yang ditangkap semalam belum tahu, masih dicek ini. Mereka masih dilakukan pemeriksaan," ujarnya.
(ams/ams)