Polisi Ungkap Empat Mobil di DPRD Jateng Dibakar saat Kericuhan

Polisi Ungkap Empat Mobil di DPRD Jateng Dibakar saat Kericuhan

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Jumat, 29 Agu 2025 22:03 WIB
Salah satu mobil di halaman DPRD Jateng yang dibakar, Jumat (29/8/2025)
Salah satu mobil di halaman DPRD Jateng yang dibakar, Jumat (29/8/2025). (Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng)
Semarang -

Massa aksi demonstrasi di Kota Semarang membakar dan merusak sejumlah mobil DPRD Jateng. Terdapat empat mobil dibakar dan belasan dirusak.

Pantauan detikJateng, empat mobil di DPRD Jateng dibakar massa. Sekitar enam lainnya dirusak hingga kacanya rusak dan bodinya ringsek.

Hal itu dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Jateng, Kobes Artanto. Ia menyebut ada empat mobil di kompleks DPRD Jateng yang dibakar oleh massa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada empat mobil yang dibakar dan sisanya dirusak kaca dan dipecahkan. Termasuk ada tiga motor juga dibakar, termasuk warung, Pos Satpol PP dibakar juga," kata Artanto di Kantor DPRD Jateng, Jumat (29/8/2025).

ADVERTISEMENT

Selain beraksi di Mapolda Jateng, massa terus dipaksa mundur hingga ke Kantor Gubernur, DPRD Jateng, dan Simpang Lima.

"Malam ini kita pihak kepolisian masih siaga, kita masih melakukan pendorongan terhadap masa anarkis. Kita melakukan pendorongan dengan water canon maupun dengan gas air mata," jelasnya.

"Kita mengimbau kepada warga masyarakat Semarang untuk menghindari lokasi-lokasi. Menghindar dulu dari lokasi," lanjutnya.

Ia juga menyebut, sebanyak 10 orang telah ditangkap oleh pihak kepolisian dalam aksi demonstrasi tersebut.

"Massa yang ditangkap pada saat ini ada 10 orang, sudah dilakukan pendataan, pemeriksaan oleh Polrestabes Semarang dan saat ini sedang dilakukan pendataan dan pemeriksaan," kata Artanto.

"Rata-rata mereka melakukan anarkis karena kita menyita kamera, besi, tongkat, batu yang digunakan untuk melakukan perusakan," lanjutnya.

Ia mengimbau masyarakat Kota Semarang untuk monitoring dan menghindari lokasi-lokasi terjadinya aksi demonstrasi. Mulai dari Kantor Gubernur, Simpang Lima, dan sekitarnya.

"Di aksi ini yang terluka ada tujuh, enam anggota, satu dari masyarakat, langsung kita bawa ke Rumah Sakit Roemani," ungkapnya.

"Rata-rata mereka luka di benturan kepala, robek kepala, yang masyarakat itu sesak nafas," lanjutnya.




(sip/apu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads