Massa aksi demonstrasi di Kota Semarang membakar dan merusak sejumlah mobil DPRD Jateng. Salah seorang saksi mengungkap sempat berlindung di mobil saat mobilnya dilempari.
Salah satu penjaga kantin DPRD Jateng, Ambar (50), menyebut saat massa menyerang Kantor DPRD Jateng, Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, ia tengah berlindung di kantinnya yang berada di belakang Kantor Gubernur.
"Kan belum bisa pulang, gerbang ditutup semua. Ada gas air mata sampai sini. Aku berlindung di mobil. Mobilnya dilempari. Ada yang bilang bakar-bakar, aku langsung keluar nggak jadi (dibakar)," kata Ambar kepada detikJateng, Jumat (29/8/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut, saat itu tak banyak massa yang berhasil menjeblos gerbang dan masuk ke dalam Kantor Gubernur Jateng. Ambar bilang sekitar 10 massa saat itu.
"Mobilnya remuk, aku dikepruk, mobilku pecah untung aku langsung merunduk. Jadi nggak apa-apa," jelasnya.
"Kantinku sampai kena. Tadi aku berlindung di kantin biar terhindar dari gas air mata, tapi malah kena sampai dalam. Nggak ada yang menghalau, pagarnya dijebol, pada lari aku di dalam mobil," lanjutnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng menyebut ada empat mobil di kompleks DPRD Jateng yang dibakar oleh massa.
"Ada empat mobil yang dibakar dan sisanya dirusak kaca dan dipecahkan. Termasuk ada tiga motor juga dibakar, termasuk warung, Pos Satpol PP dibakar juga," jelasnya.
Ia menyebut massa juga menuju Simpang Lima. Saat ini kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi aksi demonstrasi.
"Malam ini kita pihak kepolisian masih siaga, kita masih melakukan pendorongan terhadap masa anarkis. Kita melakukan pendorongan dengan water canon maupun dengan gas air mata," jelasnya.
"Kita mengimbau kepada warga masyarakat Semarang untuk menghindari lokasi-lokasi. Menghindar dulu dari lokasi," lanjutnya.
(sip/apu)