- Khutbah Jumat Menyambut Datangnya Rabiul Awal dan Maulid Nabi Muhammad SAW Contoh Khutbah Jumat #1 Khutbah I Khutbah II Contoh Khutbah Jumat #2 Khutbah I Khutbah II Contoh Khutbah Jumat #3 Khutbah I Khutbah II Contoh Khutbah Jumat #4 Khutbah I Khutbah II Contoh Khutbah Jumat #5 Khutbah I Khutbah II Contoh Khutbah Jumat #6 Khutbah I Khutbah II Contoh Khutbah Jumat #7 Khutbah I Khutbah II Contoh Khutbah Jumat #8 Khutbah I Khutbah II
Memasuki bulan Rabiul Awal, umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut momen penting dalam sejarah, yakni kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam kesempatan ini, khutbah Jumat menyambut datangnya Rabiul Awal menjadi sarana bagi jamaah untuk merenungkan kembali ajaran dan teladan Rasulullah, sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dikutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia, bulan Rabiul Awal sendiri memiliki sejarah panjang. Selain dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, bulan ini juga menjadi waktu hijrahnya Rasul dari Mekkah ke Madinah dan pembangunan Masjid Quba, masjid pertama umat Islam. Penamaan Rabiul Awal, menurut tradisi Arab, terkait dengan musim semi atau gugur, dan menunjukkan keberlanjutan kehidupan yang baru dan penuh berkah.
Melalui khutbah Jumat dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, jamaah diajak meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah, serta menumbuhkan rasa syukur atas kehadiran beliau yang membawa petunjuk, rahmat, dan kebaikan bagi seluruh umat manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khutbah Jumat Menyambut Datangnya Rabiul Awal dan Maulid Nabi Muhammad SAW
Dikutip dari laman resmi Kemenag RI, Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah, dan NU Online, berikut ini merupakan sejumlah contoh khutbah Jumat untuk menyambut datangnya bulan Rabiul Awal dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Mari kita simak!
Contoh Khutbah Jumat #1
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُه. خَيْرَ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ. أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَـمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن. أَمَّا بَعْدُ فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah subḥānahu wa ta'ālā dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu berusaha menjauhi segala larangan-Nya dan melaksanakan semua perintah-Nya. Karena dengan ketakwaan, Allah akan membukakan jalan keluar dari berbagai kesulitan hidup dan menganugerahkan rezeki dari arah yang tidak pernah kita duga.
Hadirin jamaah Jumat yang berbahagia,
Saat ini kita berada di bulan Rabiul Awal, bulan yang mulia karena di dalamnya lahir seorang manusia agung, junjungan kita Nabi Besar Muhammad ṣallallāhu 'alaihi wa sallam. Beliaulah penutup para nabi, tidak ada lagi rasul setelahnya, dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Allah subḥānahu wa ta'ālā berfirman dalam surat Al-Anbiyā ayat 107:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
"Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam."
Para mufasir seperti Imam Al-Baiḍāwī menjelaskan bahwa Nabi disebut rahmat karena kehadirannya membawa kebahagiaan dan keselamatan, baik bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Ibnu 'Abbās menambahkan, siapa yang menerima ajaran Nabi akan merasakan keberuntungan, dan siapa yang menolak akan merugi.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Kasih sayang Rasulullah ṣallallāhu 'alaihi wa sallam bukan sekadar ucapan, melainkan nyata dalam perilaku dan akhlaknya sehari-hari. Beliau menyayangi seluruh makhluk, bahkan kepada musuh-musuhnya sekalipun. Kita bisa mengingat peristiwa hijrah ke Ṭāif, ketika Rasulullah justru diusir dan dilempari batu oleh penduduknya. Malaikat penjaga gunung menawarkan untuk membinasakan mereka, namun Nabi menolaknya dengan penuh kelembutan seraya berharap kelak anak keturunan mereka diberi hidayah oleh Allah.
Dalam hadis riwayat Muslim, ketika para sahabat meminta Rasulullah agar melaknat kaum musyrik, beliau bersabda: "Sesungguhnya aku tidak diutus sebagai pelaknat, tetapi aku diutus sebagai rahmat."
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Selain sifat kasih sayang, Rasulullah juga memiliki sifat pemaaf yang sangat agung. Ingatlah tragedi Perang Uhud ketika Sayyidina Ḥamzah, paman beliau yang sangat dicintai, gugur secara mengenaskan oleh Wahsyi. Hati Nabi tentu sangat pedih, namun ketika Wahsyi akhirnya masuk Islam, beliau tetap memberikan maaf, meski enggan lagi melihat wajahnya karena mengingatkan pada peristiwa yang menyayat hati.
Allah subḥānahu wa ta'ālā berfirman dalam surat Al-A'rāf ayat 199:
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
"Jadilah engkau pemaaf, suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh."
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Dengan mempraktikkan sifat pemaaf, kehidupan sosial kita akan terasa tenteram dan penuh persaudaraan. Tidak ada dendam, tidak ada permusuhan, karena semuanya dilandasi kasih sayang sebagaimana yang dicontohkan Nabi kita Muhammad ṣallallāhu 'alaihi wa sallam.
Semoga momentum bulan Maulid ini semakin menguatkan tekad kita untuk meneladani akhlak Rasulullah, sehingga kita memperoleh keberkahan, kedamaian, dan keselamatan di dunia hingga akhirat. Āmīn yā rabbal 'ālamīn.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
اللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Contoh Khutbah Jumat #2
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ . فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Segala puji hanya milik Allah subḥānahu wa ta'ālā. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ṣallallāhu 'alaihi wa sallam, penutup para nabi dan rasul. Semoga kita semua termasuk hamba yang pandai bersyukur dan kelak mendapat syafaat beliau di hari kiamat. Āmīn.
Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kini kita berada di bulan Rabiul Awwal, bulan yang di Nusantara lebih dikenal sebagai bulan Maulid Nabi. Di bulan inilah lahir sosok mulia yang Allah perintahkan kita untuk bershalawat kepadanya. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ahzab ayat 56:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang beriman, bershalawatlah kalian kepadanya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan."
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Kehadiran Nabi Muhammad SAW membawa misi besar: menyempurnakan akhlak manusia. Rasul bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ
"Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Bukhari, Baihaqi, Hakim).
Maka jelaslah bahwa akhlak menjadi pondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Ilmu tanpa akhlak bisa menjerumuskan, sementara akhlak yang baik akan melahirkan peradaban yang luhur. Karenanya, pendidikan karakter jauh lebih penting daripada sekadar kepintaran intelektual. Guru, orang tua, dan masyarakat wajib menjadikan pembinaan akhlak sebagai prioritas utama bagi generasi muda.
Di era digital saat ini, tantangan akhlak semakin berat. Banyak kita jumpai degradasi moral: perilaku asusila, lunturnya rasa hormat kepada orang tua, serta sikap malas akibat budaya serba instan. Media sosial seringkali membentuk kebiasaan buruk yang terbawa ke dunia nyata. Karena itu, momentum Maulid harus kita jadikan sarana memperkuat pengawasan dan pendidikan akhlak anak-anak kita.
Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أحْسَنُهُمْ خُلُقًا
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Thabrani).
Dan Allah menegaskan:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
"Sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik." (QS. Al-Ahzab: 21).
Jamaah yang dirahmati Allah,
Selain menjaga akhlak, mari kita perbanyak shalawat kepada Rasulullah. Shalawat adalah bentuk cinta kita, sekaligus jalan meraih syafaat beliau di hari akhir. Dalam sebuah hadis sahih disebutkan, seorang sahabat yang tidak banyak amal tetapi mencintai Allah dan Rasulullah mendapat kabar gembira akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.
Maka, memperbanyak shalawat berarti memperkuat ikatan cinta kepada Rasul, dan cinta itu akan menjadi sebab kita kelak bersama beliau di surga.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Mari kita jadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat akhlak, dan memperbanyak shalawat. Semoga Allah menjadikan kita umat yang berpegang teguh pada teladan Rasulullah, sehingga kita mendapat syafaatnya di hari kiamat dan ditempatkan di surga-Nya. Āmīn yā rabbal 'ālamīn.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلّٰهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلَازِلَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Contoh Khutbah Jumat #3
Khutbah I
الحَمْدُ للهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Segala puji hanya bagi Allah SWT. Pada kesempatan yang mulia ini khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Dengan takwa, Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan dan menganugerahkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah,
Kita kini memasuki bulan yang penuh dengan keberkahan, yaitu bulan Rabi'ul Awwal atau yang akrab kita sebut bulan Maulid. Di bulan inilah junjungan kita Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Karenanya, kaum muslimin di seluruh dunia memperingatinya dengan shalawat, dzikir, serta mengenang perjalanan hidup beliau. Semua itu dilakukan semata-mata agar kita mampu meneladani akhlak beliau yang mulia, sebagaimana ditegaskan Allah dalam firman-Nya:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ... (QS. Al-Ahzab: 21)
"Sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi siapa pun yang mengharap rahmat Allah dan hari akhir, serta banyak mengingat Allah."
Jamaah rahimakumullah,
Salah satu teladan besar dari Rasulullah adalah sifat pemaaf beliau. Dikisahkan, ketika seorang Arab Badui kencing di pojok masjid, para sahabat ingin segera memarahinya. Namun Rasulullah justru menahan mereka, membiarkan orang itu menyelesaikan perbuatannya, lalu memerintahkan agar bekasnya dibersihkan dengan air. Orang itu pun dibiarkan pergi tanpa amarah. Dari sini kita belajar, betapa lapang dada dan bijaknya Nabi dalam menyikapi kesalahan orang lain.
Bukan hanya itu, dalam sejarah dakwahnya, Rasulullah SAW menghadapi cercaan, siksaan, bahkan pembunuhan terhadap para sahabat dan keluarga pengikutnya. Keluarga Yasir menjadi salah satu korban kezaliman, hingga Sumayyah syahid dengan tombak musuh. Namun Nabi tidak menaruh dendam, beliau justru menenangkan Ammar bin Yasir dengan sabdanya: "Bersabarlah wahai keluarga Yasir, sungguh tempat kalian adalah surga."
Begitu pula kisah Ka'b bin Zuhair, seorang penyair yang semula memusuhi Islam dengan syair-syairnya. Saat Fathu Makkah, ia datang dengan penyesalan. Alih-alih menghukumnya, Rasulullah menerima taubatnya, bahkan memberikan hadiah mantel beliau setelah Ka'b membacakan syair pujian yang kemudian dikenal dengan Banat Su'ad.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Aisyah r.a. pernah bersaksi tentang akhlak Nabi: "Beliau bukanlah orang yang suka berkata buruk, tidak pernah berteriak di pasar, tidak membalas keburukan dengan keburukan. Namun beliau selalu memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain." (HR. Tirmidzi).
Dari sifat-sifat itu jelaslah bahwa akhlak Nabi adalah teladan agung yang wajib kita ikuti. Maka, menyambut Maulid ini hendaknya kita tidak sekadar memperbanyak bacaan shalawat, namun juga berusaha meneladani perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kelak kita di akhirat akan benar-benar diakui sebagai umat Nabi Muhammad SAW.
Semoga Allah SWT meneguhkan hati kita dalam meneladani akhlak Nabi, memperbanyak shalawat kepadanya, dan mengumpulkan kita bersama beliau di hari kiamat nanti. Amin ya Rabbal 'alamin.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Contoh Khutbah Jumat #4
Khutbah I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ ,يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah SWT, Sang Pencipta yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Pada hari yang penuh berkah ini, mari kita tingkatkan rasa syukur atas nikmat sehat dan kesempatan hidup yang diberikan-Nya, sehingga kita dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan sempurna. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, penutup para nabi yang diutus sebagai petunjuk dan teladan bagi seluruh umat manusia.
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah,
Bulan Rabiul Awwal atau bulan Maulid menjadi momentum penting bagi umat Islam. Pada bulan ini, kelahiran Nabi Muhammad SAW diperingati sebagai bentuk penghormatan dan upaya meneladani akhlak beliau. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 21:
لَقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا
Artinya: "Sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah." Dalam keseharian, Nabi SAW mencontohkan kasih sayang, kesabaran, keadilan, dan sikap pemaaf, sehingga perilaku beliau menjadi acuan bagi kehidupan umat Islam.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Teladan Nabi juga terlihat dalam metode dakwah beliau yang santun dan penuh hikmah, mampu mengubah peradaban Jahiliyah menjadi masyarakat yang tercerahkan. Dakwah beliau tidak menebar kebencian atau permusuhan, tetapi menanamkan kedamaian dan persatuan. Oleh karena itu, kita sebagai umatnya perlu meniru perilaku dan akhlak beliau, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menyampaikan ajaran Islam. Semoga dengan meneladani Nabi Muhammad SAW, hidup kita semakin bermakna, bermanfaat bagi orang lain, dan diridhai Allah SWT.
أَقُوْلُ هَذَا القَوْلَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ .رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
.رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبّى اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُون وَالسَّلاَمُ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Contoh Khutbah Jumat #5
Khutbah I
الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي مَنَّ عَلَيْنَا بِسَيِّدِنَا مُحّمَّدٍ، الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَمَعَنَا عَلَى حُبِّ اللهِ وَحُبِّ رَسُوْلِهِ سَيِّدِنَا مُحّمَّدٍ، الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَنَا مِنْ أُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى الرَّحْمَةِ الْمُهْدَاةِ سَيِّدِنَا مُحّمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَكُلِّ الْمُتَأَسِّيْنَ بِالْأُسْوَةِ الْحَسَنَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَالْمُقْتَدِيْنَ بِهَدْيِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الَّذِي جَعَلَنَا مِنْ أَحْبَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُدَعَّمُ بِالْمُعْجِزَاتِ الْبَاهِرَاتِ وَالْمُؤَيَّدُ
أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: لَقَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ عَزِيزٌ عَلَيۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِيصٌ عَلَيۡكُم بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ:
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, Pencipta alam semesta, yang tidak menyerupai makhluk apapun dan tidak membutuhkan apapun. Pada kesempatan yang penuh berkah ini, marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada-Nya. Semoga dengan ketakwaan, Allah SWT memudahkan setiap urusan hidup kita dan melimpahkan rahmat serta rezeki dari arah yang tidak terduga. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, penutup para nabi dan suri teladan bagi seluruh umat manusia.
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah,
Saat ini kita telah memasuki bulan Rabi'ul Awwal, yang dikenal sebagai bulan Maulid. Bulan ini menjadi momentum penting untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, manusia paling mulia yang diutus sebagai rahmat bagi semesta alam. Perayaan Maulid bukan sekadar tradisi, tetapi wujud syukur kita kepada Allah SWT atas anugerah kelahiran Nabi, yang melalui beliau kita mengenal Allah, memahami Islam, dan meneladani akhlak yang mulia. Seperti firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 21:
لَقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا
Artinya: "Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah."
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Dalam peringatan Maulid, kita diingatkan untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, termasuk kesabaran, kejujuran, kasih sayang, dan sifat pemaafnya. Nabi SAW bersabda bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia (HR. Al-Bazzar & Al-Baihaqi).
Perayaan Maulid juga menanamkan kecintaan kepada Rasulullah, sebagai dasar menjalankan ajaran dan sunnahnya. Selain itu, kegiatan Maulid menjadi sarana memperbanyak shalawat, membaca sirah nabawiyah, memperkuat silaturahim, dan meneladani perilaku Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Semoga dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kita semakin mencintai beliau, meneladani akhlaknya, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan. Semoga kita termasuk hamba yang mendapatkan syafaat beliau di akhirat kelak. Amin.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: ﵟإِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Contoh Khutbah Jumat #6
Khutbah I
اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ جَعَلَ الْاِسْلَامَ طَرِيْقًا سَوِيًّا، وَوَعَدَ لِلْمُتَمَسِّكِيْنَ بِهِ وَيَنْهَوْنَ الْفَسَادَ مَكَانًا عَلِيًّا
أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا حَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا .
اللَّهُمَّ فَصَلَّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِينَ يُحْسِنُوْنَ . إسْلَامَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، أَوْصِيْنِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Pada kesempatan yang penuh berkah ini, khatib mengingatkan diri sendiri dan jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Iman adalah keyakinan mantap dalam hati terhadap seluruh ajaran yang dibawa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Sedangkan takwa berarti melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik secara tersembunyi maupun terbuka, lahir maupun batin. Orang yang bertakwa tetap konsisten melaksanakan kewajiban Allah tanpa tergantung pada pengawasan manusia maupun pujian orang lain.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Dalam kitab An-Nashaih ad-Diniyyah, Imam Al-Haddad menegaskan bahwa wasiat takwa adalah wasiat Allah bagi seluruh manusia, dari generasi terdahulu hingga yang akan datang. Semoga Allah menerima amal takwa kita, baik yang wajib maupun sunah. Amin.
Jamaah yang berbahagia,
Dalam buku Cahaya karya Al-Imam Al-Habib Abu Bakar bin Hasan Al-Athas Azzabidi, disebutkan dialog Nabi Dawud Alaihissalam dengan Allah: nikmat yang paling kecil adalah napas yang kita hirup, sedangkan nikmat terbesar adalah diciptakannya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Hal ini menegaskan bahwa kelahiran Nabi adalah anugerah terbesar bagi umat manusia, seperti firman Allah:
قَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا
Artinya: "Sungguh Allah telah memberikan karunia kepada orang-orang beriman ketika Dia mengutus seorang Rasul di tengah mereka." (QS Ali Imran: 164)
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Bulan Rabi'ul Awal menjadi momentum mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, rahmatan lil 'alamin. Baginda menyeru manusia ke jalan Allah, jalan tauhid, yang merupakan penyempurnaan dari syariat para nabi terdahulu. Semua nabi menyerukan kalimat tauhid, meskipun syariat mereka berbeda, hingga kemudian disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW. Seperti firman Allah:
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
Artinya: "Agama yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam." (QS Ali Imran: 19)
Syekh Nawawi Banten menjelaskan bahwa Islam adalah agama tauhid dan syariat yang mulia, yang menegaskan keesaan Allah dan kesempurnaan ajaran para rasul.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Semoga kita diberikan kekuatan untuk istiqamah meneladani Nabi Muhammad SAW. Dengan memperbanyak shalawat dan mempelajari sirah nabawiyah, kita dapat meneladani perilaku, akhlak, dan sikap beliau. Sebagaimana ditegaskan Syekh Abdul Hamid Hakim:
الأَصْلُ فِي أَفْعَالِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الاِقْتِدَاءُ إِلَّا مَا دَلَّ الدَّلِيْلُ عَلَى اخْتِصَاصِهِ
Artinya: "Hukum asal semua perbuatan Nabi adalah untuk diikuti, kecuali ada dalil yang mengkhususkannya."
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Dengan mengenang Maulid Nabi, kita belajar mencintai dan meneladani Rasulullah, agar iman dan akhlak kita semakin kuat, serta semoga kita termasuk orang yang mendapatkan syafaat beliau di akhirat kelak. Amin.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشَّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا الله وَاللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيمًا كِثِيرًا
أَمَّا بَعْدُ فَيا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ فِيمَا أَمَرَ وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَتَنَى بِمَلا ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَنْبِيَائِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَائِكَةِ . الْمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانِ اليَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءُ مِنْهُمْ وَالأمْوَاتِ اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِينَ وَأَذِلَّ الشَّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحَدِيَّة وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّينَ وَاخْذُلْ مَنْ خَدْلَ الْمُسْلِمِينَ وَ دَمِرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ اللهُمَّ ادْفَعَ عَنَّا البَلاء وَالْوَبَاءِ وَالزَّلازِلَ وَالْمِحْنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا انْدُونِيْسِيًّا خاصَّةً وَسَائِرِ البُلْدَانِ المُسْلِمِينَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الخَاسِرِينَ
عِبَادَ اللَّهِ ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُنَا بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِبْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللَّهَ العَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
Contoh Khutbah Jumat #7
Khutbah I
Assalaamualaikum Wr Wb
إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagaimana yang diajarkan oleh Junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Dengarkan khutbah ini dengan penuh perhatian, karena hari ini kita memperingati kelahiran beliau, Nabi Muhammad SAW.
Pada tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Beliau lahir sebagai manusia biasa, bukan Tuhan atau anak Tuhan, namun menjadi hamba Allah yang dikasihi dan diberi wahyu untuk menjadi Rasul bagi seluruh umat manusia. Allah berfirman:
قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ ...
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), 'Sesungguhnya aku ini hanyalah manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa Tuhanmu adalah Esa. Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan tidak menyekutukan-Nya.'" (QS Al-Kahfi: 110)
Ma'asyiral Muslimin,
Setiap tahun, riwayat Nabi Muhammad SAW diceritakan agar kita semakin mengenal pribadi beliau-perjuangan, pengorbanan, nasihat, dan ajarannya. Semua itu menjadi teladan yang wajib kita ikuti, sebagaimana firman Allah:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ ...
Artinya: "Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan mengingat Allah banyak." (QS Al-Ahzab: 21)
Dengan memahami sirah Nabi, tergambar jelas contoh hidup yang ideal bagi kita. Namun meneladani beliau membutuhkan iman yang mantap, takwa yang teguh, dan tawakkal yang kuat. Semua ini harus mampu menundukkan kepentingan diri sendiri demi kebaikan dan kesejahteraan bersama. Tantangan ini terasa berat terutama di zaman sekarang, ketika hawa nafsu dan keinginan duniawi begitu dominan. Amar ma'ruf dan nahi mungkar sering diabaikan, kebaikan dianggap membosankan, dan kesabaran jarang diperhatikan.
Saudara-saudara yang mulia,
Nabi Muhammad SAW diutus untuk membawa wahyu Allah dan mengajarkan agama Islam, jalan yang menyelamatkan manusia dari kehancuran. Namun, ajaran Islam sering berlawanan dengan hawa nafsu yang menjerat manusia, membuat mereka menolak petunjuk Allah dan bahkan memusuhi Rasul serta orang yang menyebarkan kebaikan. Islam menuntun kita beriman kepada Allah, melarang maksiat, dan mewajibkan kebaikan-semua itu untuk menenangkan jiwa dan menjaga masyarakat dari kerusakan.
Karena menentang hawa nafsu, muncul tantangan dan penentangan terhadap dakwah Nabi. Beberapa orang mencoba memadamkan cahaya petunjuk dengan berbagai cara: menganiaya, menakut-nakuti, atau memberikan suap agar orang berhenti menyebarkan ajaran Allah dan amar ma'ruf nahi mungkar. Namun, kewajiban kita tetap jelas: meneladani Nabi, menyebarkan kebaikan, dan berpegang teguh pada ajaran Islam.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّابَعْد
Saudara-saudara sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Takutlah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dan berusahalah agar kelak kita meninggal dalam keadaan husnul khatimah, mati dalam pengabdian kepada-Nya serta berpegang teguh pada Islam yang sebenar-benarnya.
Rasulullah Muhammad SAW lahir dalam keadaan sederhana, yatim sejak kecil. Ia hidup di dusun sunyi, menggembala kambing, kehilangan ibunya pada usia enam tahun dan neneknya pada usia delapan tahun. Sejak itu, beliau menjadi yatim piatu. Beruntung, pamannya, Abu Thalib, yang juga hidup sederhana, merawatnya.
Anak yatim piatu yang penggembala kambing itulah kelak menjadi Rasul, pemimpin manusia menuju jalan kebenaran. Dengan pedoman wahyu Ilahi, beliau bukan sekadar penghibur orang sengsara, tetapi penggembala yang menuntun umatnya mengalahkan hawa nafsu, berbakti kepada Allah, dan menebarkan kebaikan bagi seluruh manusia. Beliau tidak mengejar kekuasaan atau kemegahan, melainkan menunaikan amanah Allah untuk memimpin umat menuju kesejahteraan dunia dan akhirat.
Dalam memperingati maulid Nabi, kita diingatkan akan kekurangan kita sebagai umat dalam mengikuti teladan beliau. Sudah menjadi kewajiban bagi ulama, pemimpin, dan seluruh umat Islam untuk meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW, serta mendekatkan diri pada contoh hidup yang mulia yang beliau tunjukkan bersama para sahabat.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وبارك عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن
Contoh Khutbah Jumat #8
Khutbah I
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور انفسنا ومن سيأت أعمالنا من يهده الله فلامضل له ومن يضلله فلاهادي له, أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده و رسوله. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين, أما بعد. فياعباد الله أوصيكم ونفسى بتقوى الله...وقد قال الله تعالى فى القرأن الكريم: قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Hadirin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan yang mulia ini, saya mengajak diri saya sendiri dan seluruh jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Taqwa sejati berarti melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, serta patuh terhadap ketentuan-Nya dalam agama Islam. Dengan berpegang pada takwa, semoga hidup kita diberkahi dan membuahkan kebahagiaan di dunia maupun akhirat, amin.
Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang terakhir, pembawa agama Islam yang sempurna. Agama ini menyempurnakan ajaran para nabi sebelumnya dan menjadi pedoman bagi manusia menuju keselamatan dunia dan akhirat. Kehadiran Rasulullah adalah wujud kasih sayang Allah SWT, Rahman dan Rahim bagi seluruh alam. Allah berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
"Dan Kami tidak mengutusmu, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al-Anbiya':107)
Dari ayat ini kita memahami bahwa Nabi Muhammad SAW adalah insan kamil, manusia sempurna yang menjadi penerang bagi umat manusia, membawa mereka dari kegelapan kekafiran menuju cahaya kebenaran, dan menuntun pada kebahagiaan lahir dan batin. Oleh sebab itu, memperingati kelahiran beliau merupakan ungkapan syukur dan penghormatan kepada Allah serta Rasul-Nya.
Saat ini, kita memasuki bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran Rasulullah SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal. Selain sebagai hari kelahiran, tanggal ini juga memiliki nilai sejarah lain, termasuk peristiwa hijrah dan wafatnya Nabi. Namun yang paling umum diperingati umat Islam adalah kelahiran beliau, yang dikenal dengan istilah Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini dilakukan sejak lama sebagai wujud kecintaan dan teladan terhadap Rasulullah, meski cara pelaksanaannya berbeda-beda.
Peringatan Maulid yang baik adalah yang mengikuti jejak ulama terdahulu, seperti disebutkan dalam kitab At-Tanbihatul Waajibat karya K.H. Hasyim Asy'ari. Biasanya berupa pengajian, pembacaan ayat Al-Quran dan hadis tentang kehidupan dan akhlak Nabi, sedekah, serta pemberian makanan bagi fakir miskin. Cara ini menunjukkan cinta dan penghormatan kepada Rasulullah serta rasa syukur kepada Allah SWT.
Hadirin yang dirahmati Allah, Nabi Muhammad SAW lahir dari Abdullah dan Aminah, wafat ayahnya sebelum beliau lahir, dan disusui oleh Tsuwaibah, budak yang kemudian dimerdekakan. Kisah ini menunjukkan bahwa kebaikan sekecil apa pun atas kelahiran Nabi mendapat balasan dari Allah. Bayangkan bagi kita, yang beriman dan mencintai beliau, pahala dan balasan Allah tentu jauh lebih besar, bahkan surga dijanjikan bagi yang meneladani dan menyenangi beliau.
Oleh karena itu, dalam memperingati Maulid Nabi, marilah kita meneladani Rasulullah dengan cara islami: bersedekah, menyantuni fakir miskin, mengadakan pengajian, dan menampakkan rasa bahagia atas kelahiran beliau. Sebaliknya, jauhilah bentuk peringatan yang mengandung kemaksiatan seperti berjudi, minum-minuman keras, percampuran tidak halal, dan hiburan yang melanggar syariat. Allah berfirman:
وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan." (QS. Al-Maidah:2)
Hadirin yang dimuliakan Allah, menaati Rasulullah berarti menaati Allah. Barang siapa berpaling dari ajaran beliau, berarti meninggalkan petunjuk Allah. Allah berfirman:
مَّنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللّهَ وَمَن تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا
"Barang siapa menaati Rasul, sesungguhnya ia telah menaati Allah; dan barang siapa berpaling, maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara mereka." (QS. An-Nisa':80)
Marilah kita jadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meningkatkan amal saleh, pengabdian kepada Allah, dan kecintaan kepada Rasulullah. Dengan meneladani beliau, semoga Allah mengasihi kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mempertemukan kita dengan beliau di surga. Amin.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ
Demikian beberapa contoh khutbah Jumat menyambut datangnya Rabiul Awal dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga dapat menjadi inspirasi!
(par/ams)