Jumlah karyawan pabrik garmen yang diduga keracunan makanan bertambah lebih dari 300 orang. Mereka ada yang dirawat jalan dan rawat inap di sejumlah rumah sakit.
"Sudah ada update lagi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Aviani Trianti Venusia kepada detikJateng lewat pesan singkat, Rabu (17/7/2024).
Dari data yang ia terima, jumlah karyawan pabrik yang terletak di jalan Pati Kudus, tepatnya Margorejo, yang dirawat sekarang menjadi 305 orang. Kemudian sebanyak 298 orang mengalami mual dan pusing. Lalu 54 orang lainnya mengalami nyeri dan muntah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 263 rawat jalan dan 40 karyawan rawat inap dan 2 karyawan observasi," terang dia.
Aviani menjelaskan karyawan yang dirawat di rumah sakit ditanggung oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan. "Biaya RS semua ditanggung BPJS Ketenagakerjaan," lanjut dia.
Aviani menjelaskan menerima laporan adanya ratusan karyawan yang keracunan di pabrik garmen pukul 14.00 WIB pada Selasa (16/7) kemarin. Mereka mengeluh mengalami mual dan pusing.
Dijelaskan karyawan mengalami keracunan karena usai makan siang di kantin. Sampel makanan pun tengah dicek dari pihak Dinkes.
"Berkoordinasi melakukan pengecekan dan pengambilan sampel makanan di kantin pabrik tersebut," ungkap dia.
"Dari pengecekan sementara rata-rata mual dan pusing, penyebabnya masih kita dalami," Aviani melanjutkan.
Diberitakan sebelumnya sebanyak 200 karyawan mengalami pabrik garmen di Pati mengalami keracunan makanan. Mereka dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Pati dan Kudus.
(cln/apu)