Batu bata kuno di situs harta karun Mataram kuno di Desa Wonoboyo, Klaten Jogonalan, Klaten diamankan. Batu bata tersebut dievakuasi ke rumah situs karena ada proyek tol Jogja-Solo.
"Diamankan di rumah situs. Karena berserakan di lokasi yang dekat proyek tol," ungkap Sekdes Wonoboyo, Cahyoko kepada detikJateng, Senin (1/1/2024) siang.
Dijelaskan Cahyoko, jumlah batu bata ukuran besar yang diamankan mencapai puluhan. Selain batu bata, ada satu batu umpak untuk rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada juga batu umpak rumah, kita amankan dari pekarangan warga. Jumlah hanya satu," jelas Cahyoko.
Kades Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Supardiyono menyatakan dua warganya Sriyanto dan Sumidi yang menemukan benda cagar budaya diberi penghargaan pemerintah melalui balai pelestarian kebudayaan (BPK) beberapa waktu lalu. Setelah temuan bulan April 2023 itu tidak ada temuan lain.
"Belum ada temuan yang lain. Namun karena di lokasi ada proyek masih kita pantau barangkali ada temuan lain," katanya kepada detikJateng.
Selain memantau lokasi, sambung Supardiyono, batu bata yang ada di lokasi diamankan di rumah situs. Untuk benda temuan dibawa BPK dan tidak disimpan di balai desa.
"Tidak disimpan di balai desa tapi oleh BPK. Nanti jika memungkinkan kita minta foto untuk tahu bentuk sebenarnya," imbuh Supardiyono.
Pantauan detikJateng, di lokasi tempat ditemukannya batu bata tersebut telah digali proyek tol. Ditancapkan besi- besi bertulang untuk jembatan.
Di sisi barat, tanah mulai diuruk dan ditinggikan, demikian di sisi selatan. Yang belum tersentuh kegiatan proyek tol hanya di situs sisi timur di mana tahun 1990 ditemukan kali pertama puluhan kilogram emas berbentuk berbagai macam benda di lokasi.
Dua orang warga penemu harta karun Mataram kuno di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Selain piagam penghargaan, dua warga yaitu Sriyanto dan Sumidi mendapatkan kompensasi uang.
Adapun penghargaan tersebut diserahkan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah X.
"Penyerahan piagam penghargaan hanya sudah tanggal 21 Desember kemarin, hari Kamis. Saya sama Sumidi," ungkap Sriyanto kepada detikJateng di rumahnya, Selasa (26/12/2023).
Dijelaskan Sriyanto, selain mendapatkan piagam penghargaan juga mendapat uang. Hanya saja dirinya enggan menyebutkan besaran nominalnya.
"Kalau itu (uang) belum bisa saya sebutkan jumlahnya. Kemarin juga sama Pak Kades saat penyerahan, dari pejabat Balai (BPK X) juga ada," kata Sriyanto.
(apu/apu)