Menjelang pengujung tahun 2022, ruas jalan rusak kategori parah atau berat di Kabupaten Brebes mencapai 258,777 km. Banyaknya kerusakan ini dikeluhkan oleh warga.
Kabid Perencanaan dan Pengendalian DPU Brebes, Agus Pramono menjelaskan pada tahun 2021 total jalan rusak baik jalan kabupaten maupun poros seluruhnya 299,807 km, dengan perincian jalan poros 234,006 km dan jalan kabupaten 65,801 km.
Namun hingga akhir September 2022, ruas jalan yang diperbaiki baru mencapai 41,03 km, baik jalan poros maupun kabupaten. Sehingga, kata Agus, sisa jalan yang masih rusak hingga saat ini sepanjang 258,777 km.
"Hingga September kemarin, Pemkab sudah melakukan perbaikan. Dari 299,807 km jalan yang rusak tahun 2021, setelah diperbaiki hingga September 2022 sebanyak 41,03 km, maka sisa yang masih rusak sebanyak 258,777 km," ungkap Agus, Selasa (8/11/2022).
Beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan berat antara lain Tengguli-Luwunggede, Kecamatan Tanjung. Salah satu titik yang mengalami kerusakan berada di Desa Mundu, Kecamatan Tanjung.
Di desa tersebut, ada sejumlah titik yang mengalami kerusakan. Selain bergelombang, ruas jalan yang berlubang juga mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
Salah seorang pengguna jalan, Teguh (45) mengatakan, ada beberapa titik di ruas jalan tersebut mulai dari Desa Luwunggede hingga Tengguli mengalami kerusakan. Bahkan, di Desa Mundu, kerusakan cukup parah.
"Yang cukup parah itu di Desa Mundu, sampai-sampai ditanamin pohon pisang di tengah jalan," ujar Teguh.
Selain di Desa Mundu, sejumlah titik yang mengalami kerusakan di ruas tersebut berada di Desa Luwunggede, Luwungbata dan Sidakaton. Bahkan, di perbatasan Sidakaton dan Luwungbata badan jalan sampai terbelah.
Ruas jalan di Desa Siwuluh, Kecamatan Bulakamba juga kondisinya rusak. Bahkan, lantaran sudah lama tak diperbaiki, warga sudah dua kali menanam pohon pisang di tengah jalan tersebut.
Warga Desa Siwuluh Rifai mengungkapkan jalan tersebut tak kunjung diperbaiki sejak dua kali periode Bupati Brebes Idza Priyanti.
"Dari sejak Bu Idza menjabat dua periode ini sudah rusak. Tidak ada inisiatif perbaikan. Kalau kerusakan di sini panjangnya itu kira-kira 600 meter. Warga terpaksa menanam pohon pisang karena kecewa jalannya lama tidak diperbaiki," kata Rifai.
Kerusakan jalan ini kerap mengganggu kenyamanan dan menyebabkan kecelakaan. Bila turun hujan, banyak genangan di lubang jalan. Tidak sedikit pemotor jatuh terperosok saat menerabas genangan air.
"Kalau hujan itu terjadi genangan, banjir. Jadi banyak pengendara sepeda motor yang jatuh. Buruh pabrik dan lainnya sering jatuh di situ. Padahal di sini ada dewan dua orang tapi jalan masih begini," lanjut dia.
Simak selengkapnya di halaman berikutnya...
(aku/dil)