Mantap! Siswa SMAN 3 Boyolali Raih Perunggu Lomba Karya Ilmiah Internasional

Mantap! Siswa SMAN 3 Boyolali Raih Perunggu Lomba Karya Ilmiah Internasional

Jarmaji - detikJateng
Senin, 10 Okt 2022 18:37 WIB
Siswa-siswi SMAN 3 Boyolali memperlihatkan alat penyaring udara yang dibuatnya dan berhasil memperoleh medali perunggu dalam kejuaraan karya ilmiah tingkat Internasiaonal, Senin (10/10/2022).
Siswa-siswi SMAN 3 Boyolali memperlihatkan alat penyaring udara yang dibuatnya dan berhasil memperoleh medali perunggu dalam kejuaraan karya ilmiah tingkat Internasiaonal, Senin (10/10/2022). Foto: Jarmaji/detikJateng
Boyolali -

Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMA Negeri 3 Boyolali, Jawa Tengah. Lima siswa yang tergabung dalam satu tim karya ilmiah berhasil meraih medali perunggu dalam kompetisi ilmiah tingkat internasional, World Invention Competition Exhibition (WICE) 2022 di Malaysia.

"Kami berhasil meraih medali perunggu. Diikuti 344 tim dari 25 negara," kata Defita Rahayu, salah satu anggota tim, ditemui di SMAN 3 Boyolali, Senin (10/10/2022).

Tim ini berhasil mendapatkan medali perunggu dengan menyajikan karya alat filter Chlorin Fluoro Carbon (CFC). Alat filter yang dinamai deterovement ini berguna untuk mengurangi pemanasan global.


"Kita mengikuti dalam kategori enviromental science, di situ kita membuat alat bagaimana alat tersebut mengikat CL (Chlorin) untuk mengurangi efek rumah kaca dan mengurangi penipisan lapisan ozon," jelas Defita.

Tim beranggotakan lima siswa dan siswi. Yaitu Octavia Putri Dewi (kelas XII), Cintya Anggraini (kelas XII), Defita Rahayu (kelas XII), Firstyan Chandra Kurniawan (kelas XI), dan Muhammad Yahya Ramadhan (kelas XI).

Siswa-siswi SMAN 3 Boyolali memperlihatkan alat penyaring udara yang dibuatnya dan berhasil memperoleh medali perunggu dalam kejuaraan karya ilmiah tingkat Internasiaonal, Senin (10/10/2022).Siswa-siswi SMAN 3 Boyolali memperlihatkan alat penyaring udara yang dibuatnya dan berhasil memperoleh medali perunggu dalam kejuaraan karya ilmiah tingkat Internasiaonal, Senin (10/10/2022). Foto: Jarmaji/detikJateng

Alat itu dibuat dengan bahan tabung pipa paralon ukuran 3 dim dengan panjang sekitar 120 sentimeter atau 1,2 meter. Di dalam tabung ada sejumlah komponen untuk menyaring udara utamanya CFC yang selama ini hanya dilepas di udara tanpa filter.

Defita mengemukakan riset ini bermula dari keresahan tentang semakin menurunnya kualitas udara. Bahkan di kota-kota besar di Indonesia kualitas udaranya sudah mengkhawatirkan. Mereka pun mulai mencari dan membaca tentang artikel yang membahas tentang pengendalian CFC.

Anggota tim lainnya, Muhammad Yahya Ramadhan, menambahkan banyak jurnal ilmiah yang dibaca. Tim pun mulai melakukan penelitian untuk membuat alat tersebut. Tim membutuhkan waktu hingga tiga bulan.

"CFC ini memiliki dampak negatif kalau berada di atmosfer, jadi di sini kami di sini membuat sebuah filter yang bisa menyaring CFC," jelasnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...