Sederet Fakta dari Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo

Terpopuler Sepekan

Sederet Fakta dari Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 02 Okt 2022 16:06 WIB
Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo: Penyebab dan Kondisi Terkini
Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo: Penyebab dan Kondisi Terkini. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikJateng
Solo -

Ledakan bahan pembuat petasan terjadi di kawasan Asrama Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor, Grogol, Sukoharjo, Minggu (25/9) pekan lalu. Akibat ledakan itu, Bripka Dirgantara Pradipta (35) masih dirawat di RSUD dr Moewardi Solo. Berikut sederet fakta dari ledakan itu.

Kondisi Korban Kritis

Bripka Dirgantara Pradipta diketahui sebagai anggota Intelkam Polresta Solo. Plt Kapolresta Solo, Kombes Pol Alfian Nurrizal, mengatakan Bripka Dirgantara Pradipta mengalami luka bakar setelah menjadi korban ledakan di dekat Asrama Polisi Arumbara di Jalan Larasati, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (25/9) lalu.

"Perkembangan saat ini, korban masih di ICU. Kondisinya masih kritis dalam 1-2 minggu ke depan," kata Kombes Pol Alfian Nurrizal saat ditemui di Stadion Manahan Solo, Sabtu (1/10/2022).
Karena kondisinya kritis, Bripka Dirgantara belum bisa dimintai keterangan terkait ledakan yang terjadi. "Masih belum sadar, ini masih masa kritis," imbuh Alfian.


Bahan Petasan Disita April 2021

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes M Iqbal Alqudusy mengatakan bahan petasan itu diamankan pada April 2021 atau beberapa saat sebelum lebaran. Saat itu diamankan barang bukti berupa satu paket bubuk hitam.

"Paket bulan 4 (April) tahun 2021 yang ditempatkan dalam lima kantong. Berisi keterangan 1 pcs bubuk hitam, kurang lebih lima kantong," kata Iqbal lewat pesan singkat, Senin (26/9) lalu.

Tidak Terkait Terorisme

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi memastikan ledakan di dekat Asrama Brimob Grogol Indah Sukoharjo itu tidak terkait aksi terorisme. Sampel barang bukti telah diamankan polisi dan sisanya dilakukan disposal atau dimusnahkan.

Luthfi mengatakan, barang yang meledak itu adalah paket berisi serbuk bahan petasan yang diamankan sejak tahun 2021. Hingga kini belum diketahui kenapa barang bukti itu bisa dibawa oleh Bripka Dirgantara.

Pengakuan Pembeli Bahan Petasan

ANH (22), warga Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, telah diperiksa polisi terkait ledakan bahan petasan di asrama Brimob Solo Baru, Sukoharjo. Dia dimintai keterangan sebagai pemesan bahan petasan itu pada 2021 silam.

"Belinya 2021, kebetulan ambil ada yang dari Indramayu ada dari Pati. Itu kan bahan mercon, untuk buat mercon meramaikan Idul Fitri," kata ANH saat ditemui di rumahnya Senin (26/9) lalu.

"Kebetulan saya posting di Facebook dan WA, diajak COD, ternyata dipancing, terus ditangkap...tahun 2021 ditangkap mungkin H-seminggu Lebaran, barangnya dibawa semua itu," ujar ANH.

ANH mengaku kaget karena merasa persoalan itu dulu sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Memang untuk mercon, kalau sumbunya untuk tikus, kalau yang sumbunya itu dulu Rp 130-an, yang mesiu itu sudah lupa, sudah setahun yang lalu disita semua mesiu itu sama sumbu dirazia di depan SMK Citra Medika," pungkas dia.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/apl)