Jembatan Sesek Kian Diminati, Gibran Siagakan Tim SAR dan BPBD

Jembatan Sesek Kian Diminati, Gibran Siagakan Tim SAR dan BPBD

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 15:13 WIB
Pemotor memanfaatkan jembatan sasak penghubung Solo-Sukoharjo, Selasa (27/9/2022).
Pemotor memanfaatkan jembatan sesek penghubung Solo-Sukoharjo, Selasa (27/9/2022). (Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng)
Solo -

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyebut jembatan sesek (anyaman bambu) yang marak dibangun dampak penutupan Jembatan Mojo dan Jurug B tidak aman. Sebagai langkah antisipasi, Gibran akan menyiapkan petugas SAR dan BPBD untuk bersiaga di dua jembatan sesek penghubung Sukoharjo-Solo itu.

"Kita siapkan BPBD dan tim SAR untuk standby di jembatan (sesek) itu," kata Gibran, Kamis (29/9/2022).

Hingga kini sudah ada dua jembatan sesek yang dibangun warga. Jembatan ini menghubungkan Kampungsewu-Gadingan, dan Sangkrah-Gadingan. Keberadaan jembatan dari bambu itu kian diminati warga seiring ditutupnya Jembatan Mojo dan Jurug B.


Setiap jam berangkat dan pulang kerja, jembatan sesek dipadati masyarakat yang menyeberang menggunakan motor dan sepeda. Menghadapi fenomena ini, Gibran mengaku tak bisa berbuat banyak karena pembuat jembatan itu bukan warga Solo.

"Itu inisiasi warga Sukoharjo. Sebenarnya tidak aman," ucapnya.

Diwawancara terpisah, salah satu pengelola jembatan sesek Gadingan-Sangkrah, Supriadi (58) mengatakan pihaknya akan menyiagakan sejumlah warga untuk membantu masyarakat saat menyeberang.

"Nanti akan banyak yang jaga, membantu orang menyeberang. Untuk keamanan, kami siapkan ban dan pelampung," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming mengatakan penyeberangan lewat jembatan sesek tidak disarankan. Warga tetap diminta melewati jalur alternatif yang direkomendasikan oleh Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian.

"Saya tidak merekomendasikan jembatan sesek itu. Safety-nya kan kita tidak pernah tahu," katanya saat ditemui di Balai Kota Solo, Kamis (29/9).

Dia meminta masyarakat untuk lebih bersabar terhadap pembangunan di Jembatan Mojo dan Jurug B. Sebab pengerjaan di Jembatan Mojo akan dikebut agar segera dibuka kembali.

"Tapi ya mohon kepada warga untuk bersabar. Jembatan Mojo 2 bulan thok (saja), (sudah) jadi," ucapnya.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/rih)