Apa Kabar 2 Bocah Demak yang 2 Tahun Dikurung Ibu gegara Takut Corona?

Apa Kabar 2 Bocah Demak yang 2 Tahun Dikurung Ibu gegara Takut Corona?

Mochamad Saifudin - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 06:35 WIB
Kepala Dinsos P2PA Demak, Eko Pringgo Laksito
Kepala Dinsos P2PA Demak, Eko Pringgo Laksito Foto: Mochamad Saifudin/detikjateng.
Demak -

Dua bocah perempuan berinsial ASN (13) dan AS (8) yang dikurung ibunya di rumah gegara takut Corona, kini sedang proses pindah sekolah ke tempat neneknya di Salatiga. Dua bocah tersebut merasa terasing setelah dua tahun mengurung diri di rumah Desa Mlaten, Kecamatan Mijen, Demak, Jawa Tengah.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA), Eko Pringgo Laksito mengatakan bahwa sejumlah petugas sempat alot membujuk kedua anak tersebut agar kembali bersekolah. Namun akhirnya kedua anak itu mau dibujuk sekolah lagi ke rumah neneknya lantaran merasa sudah tidak punya teman di sekolah lingkungan tinggalnya.

"Setelah kita dampingi bagaimana anak itu tetap sekolah, ternyata anaknya itu tidak mau sekolah di lingkungan situ (desa asal kedua anak). Akan bersekolah di tempat simbahnya, Salatiga," terang Koko, sapaan akrabnya, saat ditemui usai mengisi acara di Dindikbud Demak, Rabu (28/9/2022).


"Kita dalam proses pendampingan sedang menguruskan untuk pemindahan sekolahnya. Karena anaknya merasa kalau saya sekolah di situ saya sudah tidak punya teman," sambung Koko.

Ia menyebut hari ini Kemensos melalui Balai Rehabilitasi Sosial Margolaras Pati turun ke lapangan di Desa Mlaten, Kecamatan Mijen. Pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya pendampingan psikologis terhadap kedua anak tersebut.

"Kemarin kami dengan Perlindungan Anak juga turun kaitannya dengan rehab sosial. Kita bantu permakanan, memang keluarga tidak mampu.Dengan pendampingan psikologis itu, agar mereka bisa kembali bermasyarakat," terangnya.

Ia menjelaskan bahwa pihak terkait sedang membantu proses pemindahan sekolah kedua anak tersebut ke Salatiga. Ia berharap kedua anak itu bisa kembali bisa berteman dengan anak yang lain.

"Jadi prosesnya sekolah melepas, nanti korwil, nanti dari rekomendasi Dinas Pendidikan Kabupaten Demak masuk ke sana (Salatiga).Sekarang ini masih diproses. Pencabutan dari Dapodik, nanti didaftarkan di Dapodik sekolah yang baru," terang Koko yang pernah menjabat Plt Dindikbud Demak itu.

"Mudah-mudahan dengan pemindahan sekolah ini bisa normal kembali di dalam berteman dengan yang lain," sambungnya yang juga PJ Sekda itu.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/sip)