Siapa Sangka Wisudawan Terbaik ITS Ini Pernah 7 Kali Gagal Tes PTN

Regional

Siapa Sangka Wisudawan Terbaik ITS Ini Pernah 7 Kali Gagal Tes PTN

Tim detikEdu - detikJateng
Selasa, 27 Sep 2022 20:25 WIB
Kharin, wisudawan Sarjana Terapan terbaik di Wisuda ke-126 ITS dari Departemen Statistika Bisnis.
Kharin, wisudawan Sarjana Terapan terbaik di Wisuda ke-126 ITS dari Departemen Statistika Bisnis. (Foto: Dok. ITS)
Solo -

Wisudawan terbaik di Program Sarjana Terapan pada Wisuda ke-126 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), 24-25 September 2022 yakni Kharin Octavian Ranto. Wisudawan Sarjana Terapan terbaik ITS dari Departemen Statistika Bisnis ini meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.85.

Dilansir detikEdu, Selasa (27/9/2022), Kharin mengaku tidak menyangka menjadi peraih nilai tertinggi di Program Sarjana Terapan ITS. Dia mengungkap perjuangannya menjadi mahasiswa ITS tidak mudah.

Siapa sangka, ternyata Kharin sempat tujuh kali tidak lulus seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN), demikian dikutip dari laman resmi ITS.


"Mengingat masa menuju ITS yang banyak kendala sampai akhirnya menjadi salah satu wisudawan terbaik, tentunya saya sangat senang dan bangga sekali," tuturnya.

Kuliah dan Gali Pengalaman

Kharin mengakuu sudah tertarik dengan ilmu statistika sejak duduk di bangku SMA. Karena itu, ia bersyukur bisa diterima di ITS dan memiliki kesempatan mendalami ilmu yang ia minati.

Selama berkuliah, kata Kharin, dirinya kerap mencatat dan merencanakan kegiatan yang akan digeluti sebelum semester baru tiba. Dengan begitu, Kharin bisa menjalankan kegiatan akademik dan non akademik yang sesuai saat berkuliah.

"Dengan begitu, saya bisa tahu porsi-porsi waktu dalam berkuliah," katanya.

Tak hanya itu, Kharin juga aktif berkompetisi untuk memperluas keahlian di sela kesibukan kuliahnya. Pada Program Mahasiswa Wirausaha Vokasi (PWMV), proposal bertema bisnis kuliner miliknya meraih pendanaan Rp 20 juta.

Gadis yang hobi traveling ini mengatakan kuliah merupakan masa untuk mengeksplorasi diri dan membangun relasi seluas mungkin. Ia menyakini, kendati ada yang merasa terbebani dengan tugas dan waktu yang sempit, dirinya tetap bisa berjuang dan tidak mudah terdemotivasi selama ada wadah untuk mengembangkan diri.

"Menjalani hidup perlu adanya hard skill dan soft skill yang mumpuni," kata Kharin.

Sementara untuk mengasah kecakapan dan memperluas jejaring, ia juga aktif di organisasi dan kepanitiaan. Salah satunya dengan menjadi staf Mahasiswa Persekutuan Kristen (PMK) ITS, Olympiad of Statistics Action (Olfaction), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Expo ITS.

Kharin pun sempat mengikuti magang di PT Terminal Petikemas Surabaya. Ia menuturkan, saat itu tugasnya menuntut untuk langsung turun ke lapangan. Pengalaman magang baginya sangat berguna untuk dijadikan dasar ilmu dan pengalaman dalam menyusun topik Tugas Akhir.

"Pengalaman semasa magang memberikan banyak pandangan baru dan meningkatkan pola kerja saya," kata Kharin.

Alumnus ITS kelahiran tahun 2000 ini menuturkan, dirinya sudah mulai bekerja di PT Santos Jaya Abadi Kapal Api Global sejak awal tahun 2022. Ia berharap, kelak bisa turut berwirausaha dan membuka lapangan usaha baru bagi orang lain.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/sip)