MotoGP 2022

Prediksi Juara Dunia MotoGp 2022, Quartararo Hanya Butuh 2 Kemenangan

Tim detikOto - detikJateng
Selasa, 27 Sep 2022 20:08 WIB
Monster Energy Yamahas French rider Fabio Quartararo rides during a MotoGP practice session at the Japanese Grand Prix at the Twin Ring Motegi circuit in Motegi, Tochigi prefecture on September 23, 2022. (Photo by Toshifumi KITAMURA / AFP)
Pebalap Yamaha Fabio Quartararo. Foto: Toshifumi KITAMURA / AFP
Solo -

Persaingan gelar juara semakin sengit memasuki seri-seri akhir gelaran MotoGP. Ajang balap motor terkencang di bumi itu tinggal menyisakan empat seri. Belum ada satu pun pebalap yang benar-benar dekat dengan gelar juara dunia. Tiga pebalap teratas di klasemen yakni Fabio Quartararo, Francesco Bagnaia dan Aleix Espargaro masih memiliki peluang untuk menjadi raja MotoGP 2022.

Namun dari ketiga pebalap itu, Quartararo lah yang paling berpeluang cukup besar untuk mempertahankan gelar juaranya. Setelah menyelenggarakan 16 seri balapan, MotoGP musim ini hanya menyisakan seri MotoGP Thailand (2 Oktober), MotoGP Australia (16 Oktober), serta MotoGP Malaysia (23 Oktober) dan MotoGP Valencia (6 November).

Dilansir detikOto Selasa (27/9/2022) dari empat seri tersebut, masih ada 100 poin maksimal yang bisa dikumpulkan pebalap. Dengan selisih poin yang cukup kecil antara pebalap nomor satu, hingga pebalap nomor tiga, masih ada peluang bagi ketiganya untuk merengkuh gelar juara dunia MotoGP 2022.


Sebagai catatan, saat ini rider Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, ada di posisi pertama dengan raihan poin sementara 219, diikuti pebalap Ducati, Francesco Bagnaia, di tempat kedua dengan 201 poin, dan Aleix Espargaro dari Aprilia di tempat ketiga dengan 194 poin.

Secara matematis, Quartararo menjadi kandidat terkuat menjuarai kompetisi musim ini. Andai dia bisa menjadi juara pertama di dua seri balap dari empat seri tersisa, maka dia akan mendapatkan 50 poin, dan otomatis dia akan juara karena poinnya sudah tidak bisa dikejar lagi. Lalu bagaimana dengan peluang dua pebalap lainnya?

Francesco Bagnaia

Sebelum MotoGP Jepang, jarak poin Bagnaia dengan Quartararo hanya 10 poin. Namun setelah MotoGP Jepang, Quartararo berhasil memperlebar jarak itu menjadi selisih 18 poin. Itu tidak terlepas dari kesalahan Bagnaia yang jatuh di lap terakhir, sehingga dirinya tidak mendapatkan poin.

Meski jaraknya kini 18 poin, Pecco begitu sapaan akrabnya masih memiliki peluang menjuarai balap MotoGP musim ini. Bagaimanapun Pecco memiliki motor paling paling baik dan paling bagus di antara pebalap MotoGP lainnya.

Belum lagi Ducati memiliki delapan pebalap di grid MotoGP, yang tentunya bisa 'dikaryakan' oleh Davide Tardozzi (manajer tim Ducati) untuk mendukung Bagnaia di lintasan, demi bisa meraih gelar prestisius yang terakhir kali mereka dapatkan pada 2007 bersama Casey Stoner.

Aleix Espargaro

Meski masih jauh dari kata sempurna, Aprilia adalah satu-satunya motor yang bisa menyaingi performa Ducati di lintasan musim ini. Raihan 194 poin selama 16 seri menjadi bukti nyata Aprilia yang tampil garang bersama Aleix Espargaro.

Tak hanya Aleix, rekannya Maverick Vinales juga tampil cukup apik. Mantan pebalap Yamaha itu kini bertengger di posisi sembilan klasemen sementara dengan raihan 113 poin.

Asal Aleix bisa tampil konsisten di depan dan terhindar dari masalah teknis maupun non-teknis, maka dia bisa menjadi juara MotoGP musim ini. Terlebih Vinales kini bisa rutin berada di barisan depan saat race, yang mana hal itu bisa memberi gangguan terhadap para pebalap Ducati maupun Quartararo.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/sip)