Desa Kranggan Klaten Punya Posyandu Jiwa, Khusus Layani ODGJ

Desa Kranggan Klaten Punya Posyandu Jiwa, Khusus Layani ODGJ

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Selasa, 27 Sep 2022 17:28 WIB
Komisi Nasional Disabilitas meninjau Posyandu jiwa Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Selasa (27/9/2022).
Komisi Nasional Disabilitas meninjau Posyandu jiwa Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Selasa (27/9/2022). (Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Pos pelayanan terpadu (Posyandu) selama ini dikenal hanya untuk menangani Balita dan Lansia. Tapi Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten, punya Posyandu khusus untuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang disebut dengan Posyandu Jiwa.

"Posyandu itu wujud kepedulian pemerintah desa di dalam penanganan pemihakan masyarakat Desa Kranggan yang mengidap gangguan jiwa, perlu jadi perhatian bersama. Jangan sampai orang gila malah dijustis tidak bisa bersosialisasi, tidak bisa produktif," jelas Kades Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Gunawan Budi Utomo kepada detikJateng saat kunjungan Komisi Nasional Disabilitas, Selasa (27/9/2022) siang.

Menurut Gunawan, Posyandu itu kerjasama dengan Puskesmas untuk memberdayakan masyarakat dengan gangguan jiwa agar produktif dan bisa bersosialisasi. Dalam kegiatan didampingi tim rehabilitasi berbasis masyarakat (RBM).


"Dari tim RBM melakukan pendampingan baik sosiologi, psikologis. Setiap bulan sekali ada pendampingan psikiater dan relawan," papar Gunawan.

Posyandu itu, sebut Gunawan didirikan sekitar 4 bulan yang lalu. Awal kegiatan diawali dengan pendataan oleh tim RBM yang anggotanya masyarakat desa.

"Tim RBM dari relawan masyarakat desa sendiri. Setiap bulan kita pendampingan kita adakan pemeriksaan kesehatan, senam sehat dan lainnya," imbuh Gunawan.

Untuk pelaksanaan, kata Gunawan, selama ini belum pernah ada ODGJ yang mengamuk. Karena pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan perorangan.

"Belum pernah ada yang ngamuk karena pendekatan kita face to face. Kalau yang bersangkutan sedang rawan ya kita kendorkan, tidak kita datangkan ke posyandu tapi kita home visit kalau yang itu," sambung Gunawan.

Gunawan menambahkan jumlah yang ditangani saat ini sekitar 15 orang. Pasien didampingi dari rutinitas obat, psikologi sampai diberikan bantuan usaha.

Tim pendamping Puskesmas, Yayuk menyatakan jumlah pasien Posyandu ODGJ ada 15 orang. Kegiatannya sama dengan Posyandu biasa.

"Ya Posyandu biasa, pasien dikumpulkan dan diperiksa. Tapi yang dikumpulkan hanya yang stabil, selama ini tidak ada yang mengamuk," kata Yayuk kepada detikJateng.

Sementara itu Ketua Komisi Nasional Disabilitas, Dante Rigmalia menyatakan ODGJ termasuk disabilitas. Selama ini disabilitas sulit dapat hak karena kerap mendapatkan stigma.

"Disabilitas sulit dapat hak karena distigma, mulai dari keluarga dan masyarakat. Saya hargai desa ini yang mendukung pemberdayaan ODGJ untuk mandiri," kata Dante.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/apl)