Anies Diadukan ke Bawaslu Buntut Tabloid 'Mengapa Harus Anies' di Malang

Nasional

Anies Diadukan ke Bawaslu Buntut Tabloid 'Mengapa Harus Anies' di Malang

tim detikJatim, Tim detikNews - detikJateng
Selasa, 27 Sep 2022 14:28 WIB
Tabloid Anies Baswedan disebar di Malang
Penampakan tabloid Anies Baswedan yang dibagikan pada warga Malang (Foto: Muhammad Aminudin)
Solo -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dugaan kampanye terselubung lewat tabloid yang berjudul 'Mengapa Harus Anies?' yang disebar di Kota Malang, Jawa Timur. Anies dilaporkan ke Bawaslu oleh Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi.

"Kita hari ini melapor ke Bawaslu RI terkait dengan dugaan terjadinya kampanye terselubung yang dilakukan oleh Anies, pendukung Anies Baswedan di Kota Malang ya, Kota Malang. Terjadi penyebaran tabloid di tempat-tempat ibadah," kata Koordinator Nasional Sipil Peduli Demokrasi (Kornas PD), Miartiko Gea, di Kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari detikNews, Selasa (27/9/2022).

Selain Anies, Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi juga melaporkan relawan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Alasannya relawan Anies lah yang mengaku menyebarkan tabloid tersebut di Kota Malang.


"Dugaannya kan dilakukan oleh Anies Baswedan dan pendukung Anies Baswedan terkait dengan penyebaran tabloid tersebut," ujar dia.

Miartiko mengatakan penyebaran tabloid Anies di Kota Malang telah melanggar aturan pemilu. Dia berharap tidak ada politik identitas dalam kontestasi Pemilu 2024 mendatang.

"Tentu kami melihat bahwa ini menjadi salah satu poin pelanggaran karena tahapan pemilu kan sudah mau mulai nih, tahapan pemilu sudah mulai maka kami dari Kornas PD, Koordinator Nasional Sipil Peduli Demokrasi menganggap bahwa ini masuk kategori pelanggaran pemilu. Lalu kami melaporkan ke Bawaslu RI untuk mulai diproses," tuturnya.

"Poin penting yang mau kami sampaikan adalah bagaimana ke depan dalam menghadapi kontestasi politik kemudian politik identitas ini tidak dimainkan lagi, karena ini akan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa, terjadi keterbelahan di tengah-tengah masyarakat. Ini kan menjadi ancaman disintegritas bangsa, nah kemudian harusnya politik-politik harus lebih beradap ya lebih etis, jangan kemudian melakukan pelanggaran-pelanggaran yang menimbulkan perpecahan bangsa," tambahnya.

Dalam pelaporan itu, Miartiko membawa barang bukti berupa soft file dan hard file tabloid Anies serta saksi dari Malang. Dia berharap Bawaslu akan segera memproses laporan tersebut.

"Tentu dengan peristiwa ini kami berharap bahwa Bawaslu mempercepat atau memproses laporan kami ini untuk tujuannya adalah agar ke depan tidak terjadi atau tidak terulang peristiwa serupa di kemudian hari," ujar Miartiko.

Selengkapnya di halaman berikut...