Jenazah Prof Samekto Wibowo UGM Disalatkan Ratusan Santri di Klaten

Jenazah Prof Samekto Wibowo UGM Disalatkan Ratusan Santri di Klaten

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Minggu, 25 Sep 2022 12:43 WIB
Jenazah prof Samekto disalatkan santri dan warga di Kompleks PPI Muharrikun Najah Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Klaten.
Jenazah prof Samekto disalatkan santri dan warga di Kompleks PPI Muharrikun Najah Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Jenazah guru besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) UGM, Prof Samekto Wibowo yang meninggal setelah terseret ombak di pantai Gunung Kidul dipulangkan ke tanah leluhurnya di Klaten.

Jenazah disemayamkan di masjid kompleks Pusat Pendidikan Islam (PPI) Muharrikun Najah, Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Klaten, Jawa Tengah.

Pantauan detikJateng di lokasi, jenazah tiba di kompleks PPI pukul 10.25 WIB. Setelah diturunkan dari ambulans oleh tim pemakaman UGM, almarhum dibawa ke masjid.


Sekitar 500 santri, tokoh masyarakat dan warga melakukan salat jenazah bagi guru besar UGM tersebut bergantian. Lembaga PPI tersebut merupakan lembaga yang didirikan Prof Samekto dan keluarga.

"Beliau ini biasanya rutin ke pondok, beberapa waktu lalu juga ke pondok ada agenda pertemuan dengan beliau. Beliau ini pendiri sekaligus pembina pondok," ungkap ustaz Jundi Januar kepada wartawan di lokasi, Minggu (25/9/2022) siang.

Dijelaskan Jundi, yang paling berkesan dari Prof Samekto sebelum meninggal adalah saat memberikan motivasi ke wali santri. Pesannya agar rajin belajar dan tidak lupa mencari bekal akhirat.

"Sebelumnya berpesan supaya semangat dalam belajar dan menggapai cita-cita. Tapi tidak lupa mencari bekal akhirat," papar Jundi.

Anak menantu, Prof Samekto, Arif Sukmo Nugroho menyatakan keluarga mengetahui kejadian yang menimpa ayahandanya pukul 11.00 hari Sabtu (24/9). Tapi mendapatkan kepastian pukul 14.00 WIB.

Jenazah prof Samekto disalatkan santri dan warga di Kompleks PPI Muharrikun Najah Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Klaten.Jenazah Prof Samekto di Kompleks PPI Muharrikun Najah Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

"Kami tahu ada kejadian itu sekitar pukul 11.00 WIB. Tapi dapat kepastian meninggal dari RSUD Wonosari sekitar pukul 14.00 WIB," kata Arif kepada wartawan di lokasi.

Ayahnya, kata Arif, pergi ke pantai Gunung Kidul dalam rangka reuni Fakultas Kedokteran angkatan 1961/ 1962/ 1963. Rombongan berjumlah dua bus.

Ayahnya, sebut Arif, akan dimakamkan di makam keluarga di Dusun Doyo. Jarak dari pondok sekitar 1- 1,5 kilometer.

"Dimakamkan di makam keluarga di Dusun Doyo, Desa Ngawonggo. Jaraknya sekitar 1-1,5 kilometer," pungkas Arif.

Sebelumnya diberitakan, guru besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), Profesor Samekto Wibowo (78), tewas dalam sebuah insiden di Pantai Pulang Sawal, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Prof Samekto tergulung ombak besar saat tengah berfoto di bawah tebing pantai.

"Korban bernama Prof Samekto Wibowo. Dari informasi tadi, korban merupakan guru besar Kedokteran UGM," ujar Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Kabupaten Gunungkidul Surisdiyanto saat dihubungi wartawan, Sabtu (24/9/2022).

Surisdiyanto menyampaikan, semula Prof Samekto dan rombongannya berfoto di bawah tebing pantai, sekitar pukul 11.00 WIB. Surisdiyanto mengatakan petugas pantai sempat memperingatkan korban untuk menepi.



Simak Video "Ada Dugaan Pelanggaran Etik, Guru Besar UGM Terancam Sanksi"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ahr)