Kecelakaan Maut Tol Pejagan Diduga Akibat Kepulan Asap, Baru Pertama Terjadi

Kecelakaan Maut Tol Pejagan Diduga Akibat Kepulan Asap, Baru Pertama Terjadi

Imam Suripto - detikJateng
Senin, 19 Sep 2022 20:07 WIB
Kepulan asap di Tol Pejagan, Minggu (18/9/2022).
Kepulan asap di Tol Pejagan, Minggu (18/9/2022). Foto: Imam Suripto/detikJateng
Brebes -

Kecelakaan maut beruntun di ruas tol Pejagan-Pemalang pada Minggu (18/9) kemarin menewaskan M Singgih Adika, anak dari Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, Amir Yanto. Penyebab kecelakaan itu diduga akibat kepulan asap pembakaran lahan pertanian di pinggir jalan tol yang menghalangi jarak pandang pengemudi.

Dari catatan Kantor Pejagan Pemalang Tol Road, kecelakaan diduga akibat kepulan asap baru pertama kali terjadi sejak diresmikan enam tahun lalu. Adapun kecelakaan lain yang terjadi sebelumnya, bukan disebabkan oleh adanya kepulan asap, melainkan oleh faktor lain.

"Pertama sejak enam tahun lalu sejak awal beroperasi. Untuk ruas Pejagan Pemalang baru kali ini kecelakaan disebabkan adanya asap pekat yang menghalangi pandangan sopir. Kalau kejadian kecelakaan sebelumnya itu karena faktor lain," ungkap Kepala Cabang Pejagan Pemalang Tol Road, Ian Dwinanto, Senin (19/9/2022).


Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut beruntun terjadi di ruas tol Pejagan-Pemalang, Minggu (18/9) sore. Sedikitnya 13 kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun di Tol Pejagan-Pemalang.

Kecelakaan beruntun diduga disebabkan adanya aktivitas pembakaran lahan pertanian. Asap pembakaran lahan tersebut menyebabkan pengemudi mobil mengalami gangguan jarak pandang.

Sehingga pengemudi mobil yang berada paling depan berusaha mengurangi laju kendaraannya. Hal ini gagal diantisipasi pengemudi yang berada di belakangnya. Akibatnya, terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan 13 kendaraan.

Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari kerusakan ringan hingga kerusakan berat dan bahkan ada mobil yang sudah tidak berbentuk lagi. Selain kerusakan yang cukup parah, diketahui satu mobil sempat masuk ke kolong truk boks.

Seorang pengendara mobil meninggal dunia. Identitas korban diketahui berdasarkan data yang ditemukan petugas dari dalam mobil korban.

Penanggung Jawab Jasa Raharja Samsat Tanjung Brebes, Yudho Tigo P, mengatakan korban meninggal bernama M Singgih Adika. Identitas itu berdasarkan dokumen SIM dan KTP dalam mobil korban.

"Namanya Singgih dia penumpang mobil Civic. Kita tahu dari KTP dan SIM yang ditemukan di mobil Civic," ungkap Yudho, ditemui di kamar mayat RS Bhakti Asih, Minggu (18/9) malam.

Dilansir detikNews, Minggu (18/9), dari informasi yang dihimpun, korban tewas itu adalah anak dari Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung Amir Yanto.

(rih/ahr)