Di Rembang, Jawa Tengah ada sebuah makam konon tempat persemayaman abu 'layon' yakni abu jenazah Dewi Indu. Dewi Indu dikenal merupakan seorang Raja Lasem pada tahun 1351 M.
Dewi Indu atau bisa juga disebut dengan Duhitendu Dewi memiliki hubungan darah dengan Kerajaan Majapahit, sebab Dewi Indu ini adalah keponakan Hayam Wuruk, Raja Majapahit.
Lokasi yang juga disebut dengan Situs Candi Malad itu, tepatnya berada di RT 01 RW 01, Dukuh Gowak, Desa Gowak, Kecamatan Lasem, atau sekitar delapan kilometer dari titik pusat Kecamatan Lasem.
Tempatnya berada di atas perbukitan Gunung Lasem, sehingga pengunjung yang akan menuju ke sana harus melalui jalur dengan medan yang menanjak.
Kondisi jalan akses menuju ke Candi Malad lumayan rusak, namun hanya di beberapa ruas. Roda dua maupun empat bisa mengakses sampai pada lokasi candi.
Disebut Candi Malad sebab warga mempercayai, bahwa di bawah bukit di mana abu jenazah Dewi Indu itu disemayamkan ada sebuah bangunan candi.
Di lokasi Candi Malad atau persemayaman abu 'layon' Dewi Indu suasananya asri dan teduh. Ada pohon beringin dengan ukuran raksasa, tepat di sebelah selatan bangunan makam.
Saat ini makamnya sudah tertata rapi, bangunannya mini bergaya joglo, berukuran dua meter kali dua meter dan tinggi sekitar dua setengah meter. Kelilingnya ditutup menggunakan kain berwarna hijau berenda kuning emas pada tepi kain.
Bangunan makam dikelilingi dengan pagar yang berbahan dari batu bata merah. Bentuk pagarnya menyerupai bangunan-bangunan yang khas gaya Majapahit.
Di dalam bangunan itulah, sebuah kotak berbahan tanah liat yang berisi abu jenazah Dewi Indu disemayamkan. Di dekat kotak itu terdapat bekas taburan bungan-bunga dan dupa serta ada sesaji.
Selengkapnya di halaman berikutnya...
(apl/rih)