Polisi masih melakukan pendalaman atas kasus pembunuhan terhadap siswi SD kelas 5 asal Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Bilqis Rajiansyah Lestari (11).
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, mengatakan olah TKP, dan pengumpulan barang bukti terus dilakukan untuk mengungkap pelaku pembunuhan Bilqis.
"Olah TKP kedua ini kita ingin mencari petunjuk dan juga alat bukti lainnya yang bisa memudahkan kami dalam memecahkan kasus pembunuhan ini. Mohon doanya, semoga (pelaku) bisa segera ditemukan," kata Dewiana kepada awak media di TKP, Sabtu (6/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bilqis ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya pada Jumat (5/6) sore. Sejumlah luka dari senjata tajam ditemukan di wajah dan tangan korban.
Dalam olah TKP kedua ini, polisi membawa sejumlah barang dan alat bukti. Meski demikian, Kapolres belum bisa membeberkan barang bukti apa saja yang dibawa. Pemeriksaan saksi-saksi juga terus dilakukan.
"Sampai saat ini (saksi) ada 4 orang, dan masih akan terus kami dalami," ucapnya.
Polisi juga tengah menelusuri rekaman CCTV di sekitaran TKP. Diharapkan, pelaku mendapatkan petunjuk dari rekaman CCTV yang ada.
"CCTV tentu di lapangan kami masih telusuri. Kita berharap masih banyak lagi CCTV yang kita dapatkan untuk mengungkap peristiwa tersebut," ujarnya.
Polisi masih mendalami siapakah pelaku yang tega menghabisi Bilqis. Kapolres belum bisa memastikan modus dan motif dari kejadian ini.
"Belum bisa kita simpulkan, karena kita masih harus mendalami dulu, mengumpulkan satu alat bukti dan lainnya," terangnya.
"Beberapa barang bukti kita amankan di TKP, tapi belum bisa kita ungkapkan. Barang bukti yang ada masih jadi bahan anev kita untuk nanti membuat kesimpulan," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Jasad Bilqis pertama kali ditemukan ibunya, Dewi Sri Lestari (34), usai pulang kerja pada Jumat (5/6) sekira pukul 16.00 WIB. Saat dia pulang, kondisi rumah tertutup rapat.
"Saya baru pulang kerja, mau masuk ada gembok, pintu posisi ditutup rapat, tapi gemboknya tidak terkunci. Setelah itu saya masuk, kunci gembok ada di dalam rumah di atas meja," kata Dewi kepada awak media, Sabtu (6/6/2026).
Saat masuk rumah, Dewi mencoba memanggil putrinya, namun tidak ada jawaban. Dewi kemudian mendapati putrinya tidur di kasur ruang tengah, dan coba ia bangunkan.
Berapa kagetnya Dewi mendapati anaknya sudah tewas bersimbah darah. Anaknya ditemukan tengkurap, dan setengah badannya tertutup selimut.
"Aku memanggil anakku, lalu aku bangunin. Aku panggil Bilqis Bilqis, bocahnya diam, apa sakit ya cuma diam pakai selimut kakinya setengah badan. Aku buka dikit-dikit banyak darahnya di kakinya, seprai dan selimut juga banyak darah. Aku tengkurapin, muka sudah ada luka bacok, sama tangan, dan saya menyalakan lampu, matikan kipas," ucapnya.
Dewi langsung keluar dan teriak-teriak meminta pertolongan warga sekitar. Salah seorang tetangga yang mendengar langsung mendatangi Dewi, dan melihat kondisi Bilqis. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Kades setempat yang diteruskan ke pihak kepolisian.
Saat pendalaman, diketahui sejumlah harta benda di dalam rumah juga ikut raib. Yakni, motor jenis Honda Vario, dan satu unit handphone milik korban.
"(Yang hilang) Motor dan HP anakku. Motor dipakai anak sekolah dan main. Motor lama, beli bekas," terangnya.
