Penambangan Ilegal di Lereng Merapi Dirazia, Harga Pasir Melambung

Penambangan Ilegal di Lereng Merapi Dirazia, Harga Pasir Melambung

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Selasa, 06 Sep 2022 19:18 WIB
Para penambang pasir tradisional di Sungai Woro yang berhulu di Gunung Merapi, Rabu (20/4/2022).
Ilustrasi penambangan pasir Merapi. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Penggerebekan tambang pasir dan batu ilegal di lereng Merapi Klaten berbuntut. Harga pasir kini mulai meroket sejak operasi dilancarkan Polres.

"Kalau dikalkulasi matematika tidak gathuk (nyambung) lagi jualan pasir. DO (delivery order) pasir naik sak pole, sekarang jadi Rp 800.000 per rit," ucap Adi, pemilik truk pasir warga Kemalang kepada detikJateng, Selasa (6/9/2022) siang.

Menurut Adi, naiknya harga DO pasir itu sudah seminggu lebih. Kenaikan harga terjadi sejak ada operasi penambangan dengan alat berat tambang di dua desa


"Naiknya sudah seminggu lebih, ya sejak ada operasi pada tutup tambang lainnya. Yang ditangkap polres itu infonya dari lokasi Desa Tegalmulyo dan Tlogowatu," terang Adi.

Saat ini sebagian lokasi tambang menurut Adi masih tutup. Namun ada yang coba buka dengan cara kucing - kucingan.

"Ya ada yang buka satu dua tapi kucing - kucingan. Naik bukan karena BBM naik, harga BBM naik kan baru kemarin, pasir itu sudah Minggu lalu," sambung Adi.

Rio, warga Kemalang lainnya mengatakan lokasi tambang di Desa Tegalmulyo dan Tlogowatu, Kecamatan Kemalang masih banyak yang tutup. Harga pasir naik tajam.

"Sebelumnya cuma Rp 600.000 padahal per rit. Ini pada beralih ke sungai meskipun harga juga sama saja naik," sebut Rio kepada detikJateng dihubungi ponselnya.

Akibat tambang ilegal tutup, sebut Rio, banyak truk pencari pasir dan batu pindah ke Sungai Gendol di Sleman, Yogyakarta. Namun ada satu dua yang mencari di tambang manual.

"Tambang manual sekarang antrean seperti tambang alat berat, ramai. Yang lain pindah ke Sungai Gendol karena pasir konon lebih bagus," kata Rio.

Sebelumnya diberitakan, tiga alat berat berupa eskavator disita Satreskrim Polres Klaten dari lokasi tambang ilegal di lereng Gunung Merapi. Tiga alat berat itu diamankan di wilayah Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah.

"Iya tiga alat berat itu hasil operasi tambang ilegal. Lokasinya di wilayah Kecamatan Kemalang," jelas Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo kepada detikJateng, Selasa (6/9/2022).

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Guruh Bagus Eddy Suryana menjelaskan tiga alat berat itu diamankan dari wilayah Kecamatan Kemalang. Yaitu di Desa Tlogowatu dan Tegalmulyo.

"Dari Desa Tlogowatu dan Tegalmulyo. Dari lokasi penambangan ilegal," ungkap Guruh kepada detikJateng.



Simak Video "Benda Asing Melintas di Atas Gunung Merapi Ternyata Satelit AS"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/apl)