Serunya Lomba Balap Sepeda Keranjang Sisih, Berat Sebelah Bikin Tabrakan

Serunya Lomba Balap Sepeda Keranjang Sisih, Berat Sebelah Bikin Tabrakan

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Sabtu, 03 Sep 2022 15:08 WIB
Lomba unik yang diberi nama Balap Ontel Keranjang Sisih, diselenggarakan warga Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (3/9/2022).
Lomba unik yang diberi nama Balap Ontel Keranjang Sisih, diselenggarakan warga Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (3/9/2022). (Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng)
Sukoharjo -

Lomba unik yang diberi nama Balap Ontel Keranjang Sisih, diselenggarakan warga Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Dengan menggunakan sepeda ontel tua, atau yang biasa disebut sepeda kebo, dan satu keranjang yang diletakan di sebelah kanan sepeda, para peserta adu cepat mengintari lapangan Desa Pranan yang telah dibuatkan jalur lomba.

Para peserta nampak kesulitan. Sebab, untuk kategori pria, lomba dilakukan dua kali putaran, dengan beban di dalam keranjang seberat 40 kilogram. Sementara untuk kategori wanita dilakukan satu kali putaran, dengan beban 20 kilogram.

Para peserta harus bisa menjaga keseimbangan sepedanya, dan harus beradu cepat dengan peserta lain. Tak jarang, peserta saling bertabrakan dengan peserta lain.


"Badannya harus agak miring ke kiri, agar sepedanya seimbang," kata salah satu peserta, Marini (53), kepada detikJateng, Sabtu (3/9/2022).

Lomba balap Balap Ontel Keranjang Sisih ini baru kali pertama diadakan di Desa Pranan. Bukan tanpa sebab, lomba ini ternyata memiliki sejarah tersendiri bagi warga.

Menurut Kepala Desa (Kades) Pranan, Sarjanto, dari dulu hingga sekarang mayoritas warganya memiliki mata pencaharian sebagai pedagang buah. Dulunya, lanjut Sarjanto, buah hasil panenan warga Desa diangkut dengan menggunakan sepeda dengan keranjang yang hanya di satu sisih saja.

"Lomba ini untuk mengenang masa lalu. Karena dulu, sepeda merupakan alat angkut untuk warga yang mayoritas pedagang buah, dan bebannya hanya sebelah. Dan yang memanfaatkan itu hanya warga kami," katanya.

Lomba ini sendiri diikuti 50 peserta laki-laki, dan 4 peserta wanita. Mereka merebutkan hadiah dengan total Rp 3 juta.

Dia berharap acara ini menjadi event rutin tahunan. Sebab, saat ini yang masih memanfaatkan keranjang sebelah itu hanya kurang dari 10 orang saja, dan mereka sudah berusia lansia.

"Dulu adanya cuma keranjang saja. Belum ada bronjong seperti saat ini. Sehingga yang mudah-mudah ini bisa mengerti, mereka dulu dibesarkan dengan cara seperti ini," tutupnya.



Simak Video "Momen Polisi Bangunkan Maling yang Ketiduran di Ruang Guru SDN Blora"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/apl)