Sebelum mulai membaca ayat-ayat suci dalam Al-Qur'an, sebagian umat Islam biasanya mengawali dengan ucapan taawuz (ta'awudz) dan basmalah. Apakah hukumnya mengucapkan dua kalimat pembuka tersebut, wajib atau sunah? Berikut penjelasannya.
1. Taawuz dan Basmalah menurut KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi online, taawuz adalah permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan setan. Ucapan taawuz ialah "a`Ε«dzu billΔhi minasy-syaitΔnir-rajΔ«mi". Artinya, aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Sedangkan basmalah menurut KBBI memiliki dua arti. Arti pertama ialah ucapan pembukaan Alquran, yaitu bismillah (lengkapnya bismi-llΔhi ar-raαΈ₯mΔni ar-raαΈ₯Δ«mi). Artinya, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Basmalah terdapat dalam setiap permulaan surah Al-Qur'an, kecuali surah Attaubah. Arti basmalah yang kedua ialah ucapan untuk memulai pekerjaan yang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Taawuz dan Basmalah menurut Ilmu Tajwid
Dilansir detikEdu yang mengutip buku Dasar-dasar Ilmu Tajwid oleh Dr Marzuki, M Ag dan Sun Choirol Ummah, S Ag, MSI, taawuz atau ta'awudz adalah ungkapan permohonan agar dihindarkan dari godaan dan gangguan setan. Adapun basmalah ialah ungkapan pujian dan pengagungan Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Menurut Ibnu Jarir ath-Thabri, sebagaimana dikutip oleh Al-Allusi, ayat pertama yang dibawa malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW disertai dengan kalimat ta'awudz dan basmalah. Dapat diartikan bahwa ketika menyampaikan risalah wahyu pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW, Jibril memulainya dengan membaca isti'adzah (istiazah) dan basmalah.
3. Makna Istiazah (Isti'adzah)
Prof Dr Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir Jilid 12 menjelaskan makna dari istiazah atau isti'adzah: A'uudzu billahi minasysyaithaanir-rajiim.
Maknanya ialah, "aku berlindung kepada Allah yang Mahaagung dari kejahatan setan yang terkutuk dan tercela agar dia tidak menyesatkanku atau merusak diriku dalam urusan agama atau dunia, atau menghalangiku melakukan perbuatan yang terlarang bagiku. Sesungguhnya hanya Tuhan semesta alam saja yang dapat menghalangi dan mencegahnya."
4. Anjuran Membaca Taawuz (Ta'awudz)
Allah SWT berfirman dalam surat An-Nahl ayat 98:
ΩΩΨ₯ΩΨ°ΩΨ§ ΩΩΨ±ΩΨ£ΩΨͺΩ Ω±ΩΩΩΩΨ±ΩΨ‘ΩΨ§ΩΩ ΩΩΩ±Ψ³ΩΨͺΩΨΉΩΨ°Ω Ψ¨ΩΩ±ΩΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΩ Ω±ΩΨ΄ΩΩΩΩΨ·ΩΩ°ΩΩ Ω±ΩΨ±ΩΩΨ¬ΩΩΩ Ω
Latin: Fa iΕΌΔ qara`tal-qur`Δna fasta'iΕΌ billΔhi minasy-syaiαΉΔnir-rajΔ«m
Artinya: "Apabila kamu membaca Al-Qur'an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk."
Ibnul Mundzir mengatakan bahwa "Ibnu Mas'ud meriwayatkan bahwa sebelum membaca Al-Qur'an, Nabi Muhammad biasanya mengucapkan "A'uudzu billahi minasysyaithaanir-rajiim."
Prof Dr Wahbah az-Zuhaili dalam bukunya juga menyebutkan, hukum membaca istiazah atau taawuz menurut jumhur ulama adalah mandub (sunnah) dalam setiap kali membaca Al-Qur'an di luar salat.
Makna Basmalah
Sedangkan makna dari basmalah: Bismillahir-rahmanir-rahiim, berarti "aku memulai dengan menyebut nama Allah, mengingat-Nya dan menyucikan-Nya sebelum melakukan apa pun sambil memohon pertolongan kepada-Nya dalam segala urusanku, sebab Dialah Tuhan yang disembah dengan benar, Yang luas rahmat-Nya, Yang rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, Dialah yang memberi segala kenikmatan, baik yang besar maupun yang kecil, Dialah yang senantiasa memberikan karunia, rahmat dan kemurahan."
5. Hikmah Membaca Basmalah
Menurut Prof Dr Wahbah az-Zuhaili, Allah SWT memulai surat Al-Fatihah dan semua surat dalam Al-Qur'an (kecuali surat At-Taubah) dengan basmalah. Hikmah membaca basmalah ialah "untuk mengingatkan bahwa apa yang ada di dalam setiap surat itu adalah kebenaran dan janji yang benar bagi umat manusia, Allah SWT menepati semua janji dan belas kasih yang terkandung di dalam surat tersebut."
Selain itu, basmalah juga untuk mengimbau umat Islam agar selalu memulai segala perbuatan dengan basmalah agar mendapatkan pertolongan dan bantuan Allah.
(dil/apl)
