Temuan Mayat Terikat di Sungai, Polres Karanganyar Tunggu Hasil Autopsi

Temuan Mayat Terikat di Sungai, Polres Karanganyar Tunggu Hasil Autopsi

Bayu Ardi Isnanto - detikJateng
Senin, 22 Agu 2022 20:05 WIB
Petugas mengevakuasi mayat di sungai Karanganyar.
Petugas mengevakuasi mayat di sungai Karanganyar. Foto: Dok Polres Karanganyar
Karanganyar -

Polisi hingga kini masih terus menyelidiki temuan mayat pria dalam kondisi terikat di Sungai Karanganyar. Polres Karanganyar masih menunggu hasil autopsi jenazah bernama Ngadiman (63), warga Tegalwinangun, Karanganyarm tersebut.

Kapolres Karanganyar AKBP Danang Kuswoyo mengatakan autopsi masih belum selesai dilakukan. Pihaknya masih berkoordinasi dengan Polda Jateng.

"Kami masih menunggu hasil autopsi dari Biddokes Polda Jateng. Hari ini Kasat Reskrim juga langsung ke Polda untuk berkoordinasi terkait perkembangannya tersebut," kata Danang saat dihubungi detikJateng, Senin (22/8/2022).


Terkait dugaan penyebab kematian Ngadiman, polisi masih belum bisa memberikan keterangan.

"Sementara sampai saat ini masih menunggu hasil autopsi," ujarnya.

Sebelumnya, pihak keluarga menduga Ngadiman tewas karena bunuh diri. Menantu Ngadiman, Darul Syamsuri (29), mengatakan hal tersebut karena melihat ikatan di tangan dan kaki yang renggang.

"Kata yang menangani, diikat tangan dan kaki, tapi proses pengikatan nggak kencang, mungkin sebenarnya bisa dibuka sendiri. Pemeriksaan luar tidak ada luka seperti tangan diikat paksa atau lebam nggak ada. Dari keluarga menduga bunuh diri," kata Darul kepada wartawan, Senin (22/8).

Selama beberapa waktu terakhir, lanjutnya, korban juga tidak bertengkar dengan keluarga maupun warga sekitar. Tak ada yang mencurigakan dari gerak-gerik korban.

"Nggak ada cekcok, sama warga juga nggak ada masalah. Warga nggak lihat muka marah atau gimana, seperti biasanya saja," ujarnya.

Meski sudah mengikhlaskan, keluarga mempersilakan kepolisian melakukan autopsi kepada jenazah Ngadiman. Apabila memang ditemukan ketidakwajaran, dia meminta polisi mengusut kasus itu.

"Keluarga sudah ikhlas tapi tetap diautopsi karena dinilai ada kejanggalan. Biar jelas itu bunuh diri, dibunuh, diracun, biar ditangani. Misal mungkin ada kejanggalan, ya saya mohon diusut," katanya.

Seperti diberitakan, pejabat sementara Kasubsi Penmas Humas Polres Karanganyar, Bripka Sakti membenarkan informasi penemuan mayat di Tegalgede, Karanganyar, Minggu (21/8) pukul 15.40 WIB.

"Kami membenarkan kejadian penemuan orang meninggal dunia di aliran Sungai Siwaluh, tepatnya Sawahan RT 01 RW 09, Tegalgede, Karanganyar," kata Sakti kepada wartawan, Minggu (21/8).

Menurutnya, kedua kaki korban masih terikat rafia. Sedangkan tangannya sudah tidak terikat penuh.

"Korban ditemukan dalam kondisi kedua kaki terikat tali rafia, tangan kanan terikat dengan badan, tangan kiri sudah lepas," ujarnya.



Simak Video "Fakta Pembunuhan Sekeluarga di Lampung: Rebutan Warisan, Mayat Dicor dalam Septic Tank"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/rih)