Ganjar Pranowo: Rakyat Indonesia Selalu Punya Cara untuk Bersatu

Hanifah Widyas - detikJateng
Jumat, 19 Agu 2022 15:20 WIB
Ganjar Pranowo
Foto: Istimewa
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyebut rakyat Indonesia selalu memiliki cara untuk bersatu. Hal tersebut disampaikan Ganjar usai menghadiri pengajian peringatan Muharram 1444 H yang mengangkat tema 'Spirit Persatuan untuk Membangun Bangsa'.

"Dengan kekhasan Indonesia rakyat kita itu punya cara untuk bersatu, tentu dengan kulturnya, dengan nilai-nilainya," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Jumat (19/8/2022).

Menurutnya, persatuan dapat dirasakan saat masyarakat bersama-sama menghadiri pengajian. Saat pengajian, lanjutnya, semua orang berkumpul, senang, dan gembira.


"Karena semua orang berkumpul. Ada tidak yang tawuran? Tidak. Ada orang senang, orang bergembira, ngaji di sana, dan semuanya senang. Lalu atribut ulamanya laku. Kopiahnya laku, sorbannya laku, semua laku. Orang jualan makanan laku," tuturnya.

Berangkat dari contoh tersebut, persatuan rakyat Indonesia sudah terbentuk dengan sendirinya melalui kekuatan civil society. Apalagi terdapat budaya saling menghormati di lingkungan sosial.

"Di situlah kemudian orang bisa saling memahami dan mengerti untuk tidak menyakiti. Itu nilai persatuan menurut saya secara kultural bagus banget," jelasnya.

Sementara itu, K.H Ahmad Muwafiq atau yang akrab disapa Gus Muwafiq, persatuan telah ditunjukkan oleh masyarakat Jateng sejak dahulu. Bahkan, menurutnya Jateng kerap digunakan sebagai tempat berkumpul masyarakat Indonesia untuk bersatu.

"Persatuan Jawa Tengah dari dulu sudah bersatu. Orang Jawa Tengah dari timur barat sudah jadi satu di Jawa Tengah. Pertemuannya di Semarang, semuanya bersatu, pasti KTP-nya Jawa Tengah," katanya.

Oleh sebab itu, ia menilai persatuan masyarakat paling kental terdapat di Jateng, bahkan saat diadakan acara hiburan.

"Masyarakatnya sudah bersatu. Wong masyarakat Jawa Tengah paling kental persatuannya. Ada dangdut saja bersatu," pungkasnya.



Simak Video "Ganjar: Pencegahan Korupsi Tak Cukup Lip Service"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)