Penemu Fosil Dapat Tali Asih? Begini Kata Koordinator Museum Patiayam

Dian Utoro Aji - detikJateng
Kamis, 18 Agu 2022 15:14 WIB
Museum Patiayam mengamankan fosil gajah purba sepanjang 2,5 meter yang masih utuh, Kamis (18/8/2022).
Museum Patiayam mengamankan fosil gajah purba sepanjang 2,5 meter yang masih utuh, Kamis (18/8/2022). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Kudus -

Penemu fosil purbakala dengan kriteria tertentu di kawasan Situs Purbakala Patiayam, Kudus, Jawa Tengah, mendapatkan tali asih. Namun saat ini tali asih terancam tidak ada lagi. Kenapa?

"Tali asih itu hampir tidak ada. Jadi kemarin Kepala UPT Sangiran bilang sama saya SPJ (surat pertanggungjawaban) di Kudus sudah selesai tahun kemarin. Tapi kita usahakan nanti bisa dapat tali asih kembali, tetap kita usahakan," jelas Koordinator Museum Purbakala Patiayam, Jamin, saat ditemui detikJateng di Museum Purbakala Patiayam, Kudus, Kamis (18/8/2022).

Jamin mengatakan terakhir tali asih kepada warga yang menemukan fosil di Situs Purbakala Patiayam diberikan pada bulan April 2022 lalu.


"Jadi kita usahakan tetap mendapatkan kompensasi, karena kasihan kalau sepanjang ini tidak tali asih. Untuk kemarin terakhir bulan April 2022 baru dapat tali asih," terang dia.

Adapun besaran tali asih bervariasi, tergantung fosil temuannya. Jamin mengatakan besaran tali asih kisaran mulai Rp 250 ribu sampai Rp 4 juta.

"Besaran tali asih untuk kategori variasi, paling kecil Rp 250 ribu yang paling besar ada Rp 2,5 juta, ada temuan 2017 yang kaki kiri bagian atas Homo Erectus itu mendapatkan Rp 4 juta," jelas Jamin.

Nominal tali asih setiap orang berbeda tergantung dengan keunikan dan ukuran fosil yang ditemukan. Sedangkan uang tali asih berasal dari anggaran Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran.

"Cara menentukan itu tergantung keunikan fosilnya, lapisan tanah, ukurannya juga. Kalau anggaran dari BPSMP Sangiran langsung," jelas Jamin.

Jamin khawatir tidak ada tali asih membuat warga tak lagi peduli dengan fosil. Bahkan bukan tidak mungkin temuan fosil bakal dijual ke kolektor. Menurutnya warga selama ini peduli adanya fosil karena ada imbalan atau tali asih.

"Jelas tidak ada tali kasih kasihan di lapangan. Dia penginnya dapat tali asih untuk ganti lelah lah. Mungkin kalau tidak ada tali asih akan rusak fosilnya (dibiarkan begitu saja)," ucap Jamin.

Untuk diketahui Museum Purbakala Patiayam terdapat 9.600 fragmen fosil hewan purbakala. Itu terdiri dari tulang hewan purba di antaranya Stegodon trigono chepalus sejenis gajah purba, Cervus zwaani dan Cervus lydekkeri martin sejenis rusa purba, Rhinoceros sondaicus sejenis badak, hingga Bos bubalus palaeokarabau sejenis kerbau.



Simak Video "Fosil Gading Gajah Purba Ditemukan, Panjangnya 2,5 Meter"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/aku)