Ganjar Siapkan Pendidikan Pesantren Berkualitas Lewat Perda Baru

Erika Dyah - detikJateng
Selasa, 16 Agu 2022 16:04 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jateng.
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bersama DPRD Jateng menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang fasilitasi dan sinergitas penyelenggaraan pesantren. Perda ini dimaksudkan untuk menyiapkan pendidikan pesantren yang berkualitas dan berdaya saing.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jateng, Kota Semarang, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai pesantren harus berkualitas karena pendidikan ini datang dari kehendak rakyat.

"Pendidikan yang lebih baik, lebih bermutu, lebih berkualitas. Tapi punya kekhasan karena pesantren ini memang dari, oleh, untuk rakyat dan diselenggarakan oleh mereka," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Selasa (16/8/2022).


Ganjar menegaskan pihaknya akan terus memerhatikan kualitas pendidikan pesantren. Sehingga, para santri nantinya bisa belajar lebih banyak hal dan prestasi mereka pun dapat terus meningkat.

"Hari ini butuh perhatian, dan kemudian mereka bisa mengajarkan pasti nilai agama, yang kedua kita juga ingin santri-santri kelak juga punya life skill, punya knowledge yang bagus," tuturnya.

Ganjar berharap para santri mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk masyarakat ke depannya. Dengan adanya fasilitasi dari pemerintah, ia pun berharap para santri bisa menjadi SDM unggul.

"Kita coba bantu, kita dorong, mudah-mudahan anak-anak kita yang mondok itu juga bagian dari cara kita menyiapkan SDM yang bagus," ujar Ganjar.

"InsyaAllah nanti kalau DPRD dengan eksekutifnya bareng-bareng, proses fasilitasi (pesantren)-nya bisa kita segera lakukan," pungkasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Ganjar bersama Pemprov Jateng telah menggencarkan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk pondok pesantren di wilayah Jateng. Terbaru, bantuan tersebut diberikan kepada Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin di Desa Mantrianom, Banjarnegara beberapa waktu lalu.

(akd/ega)