Sarijo (50) menyita perhatian warga Klaten, Senin (15/8/2022) pagi. Seniman kayu warga Desa Tambakan, Kecamatan Jogonalan, Klaten itu beraksi mengenakan kostum Spiderman naik sepeda ontel raksasa berbahan kayu.
Aksi nyentrik Spiderman tersebut terlihat pukul 09.00 WIB di Jalan Pemuda,barat Alun-alun Klaten. Dengan membawa bendera merah putih, bapak dua anak itu mengayuh sepedanya.
Sampai pintu masuk RSPD, Sarijo menghentikan sepeda kayu dengan tinggi 170 sentimeter dan panjang 3 meter itu. Sejumlah pegowes yang kebetulan berpapasan langsung mengerumuni untuk melihat sepeda dan berswafoto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada yang mencoba naik tetapi akhirnya urung karena ketinggian sepeda yang tidak lumrah. Ada yang sekadar melihat detail bahannya dan ngobrol dengan Sarijo.
"Baru pertama saya lihat sepeda dari kayu, sebesar ini ukurannya. Unik dan nyentrik," ungkap pegowes asal Kecamatan Ngawen, Dwi Retnaningsih, kepada detikJateng, Senin (15/8/2022).
Sarijo dengan kostum Spiderman naik sepeda kayu raksasa keliling kota Klaten, Senin (15/8/2022). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng |
Dwi mengatakan umumnya sepeda berbahan besi atau aluminum. Tetapi yang dilihatnya berbahan kayu dengan roda dilapisi karet ban bekas.
"Bahannya kayu, bagaimana cara membuat itu saja sudah susah. Belum ukurannya sebesar itu, bagaimana naiknya," lanjut Dwi.
Pegowes lain, Suryanto (75), mengaku seumur-umur hobi gowes baru sekali melihat sepeda kayu. Ukurannya yang luar biasa tidak lumrah membuat penasaran.
"Ya penasaran wong dari kayu. Ukurannya besar dan tinggi, bagaimana naiknya," ungkap Ketua Gowes Alklat itu, kepada detikJateng.
Sarijo dengan kostum Spiderman naik sepeda kayu raksasa keliling kota Klaten, Senin (15/8/2022). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng |
Sementara itu Sarijo mengatakan dirinya sengaja keliling kota Klaten untuk memeriahkan HUT ke-77 RI dengan membawa bendera merah putih. Selain itu juga untuk mengenalkan sepeda kayu ke masyarakat.
"Selain meriahkan HUT juga memperkenalkan sepeda kayu ke masyarakat. Sepeda ini lebih ramah lingkungan," ungkap Sarijo kepada detikJateng.
Sepeda kayunya, tutur Sarijo, merupakan karyanya yang ke-10. Dirinya berkarya sejak tahun 2018 dengan memanfaatkan limbah kayu.
"Ini karya ke-10 saya. Panjang 3 meter dengan tinggi 1,70 sentimeter, bahannya kayu bekas limbah dan sebagian kayu baru," jelas Sarijo.
(rih/ahr)













































