Dampak Cuaca Ekstrem di Jateng, Puluhan Bangunan di Blora dan Kudus Rusak

Afzal Nur Iman - detikJateng
Minggu, 14 Agu 2022 14:38 WIB
Sejumlah rumah di Blora dan Kudus yang rusak akibat hujan angin pada Sabtu (13/8/2022).
Sejumlah rumah di Blora dan Kudus yang rusak akibat hujan angin pada Sabtu (13/8/2022). (Foto: dok. BPBD Jateng)
Semarang -

Hujan angin yang melanda beberapa wilayah di Jawa Tengah merusak puluhan bangunan di Blora dan Kudus, Sabtu (13/8) kemarin. Kerugian di dua kabupaten itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

"Telah terjadi hujan lebat di sertai angin kencang di Desa Gabusan Kecamatan Jati yang pengakibatkan pohon tumbang dan kerusakan rumah di pemukiman," kata Kabid Penanganan Darurat BPBD Provinsi Jateng Dikki Rulli Perkasa dalam keterangan tertulis, Minggu (14/8/2022).

Berdasar data yang masuk ke Pusdalops BPBD Jateng diketahui setidaknya ada sembilan rumah rusak di Blora. Kerusakan rumah rata-rata genting lepas dan pagar roboh.


Selain rumah bangunan lain yang juga ikut terdampak ialah rumah makan, kandang sapi, dan tempat cuci mobil. Tujuh bangunan dikategorikan rusak ringan, tiga bangunan rusak sedang, dan dua bangunan rusak berat.

Kerugian terbesar menimpa tempat cuci mobil ambruk yang dengan kerugian mencapai Rp 25 juta. Adapun total kerugian akibat dampak dari cuaca ekstrem itu mencapai Rp 65 juta.

Sedangkan untuk di Kudus, ada 33 rumah yang mengalami kerusakan dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta.

Kerusakan yang dilaporkan berada di Desa Undaan Kidul dan Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan. Puluhan rumah, rusak akibat hujan deras yang melanda Kudus pada Sabtu, (13/8) pukul 14.15 WIB hingga 15.30 WIB.

"Hujan deras disertai angin kencang mulai pukul 14.15 WIB sampai dengan pukul 15.30 WIB yang melanda di wilayah Kecamatan Undaan mengakibatkan beberapa rumah di Desa Undaan Kidul mengalami kerusakan di bagian atap rumah dari kategori ringan,sedang sampai dengan berat," sebagaimana tertulis di laporan itu.

Sebelumnya diberitakan, BMKG memprakirakan potensi curah hujan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi di wilayah Jawa Tengah pada hari ini, Sabtu (13/8), hingga Senin pekan depan (15/8).

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Sutikno, dalam keterangan tertulisnya mengatakan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, anomali suhu muka laut di Samudera Hindia selatan Jawa dan Laut Jawa dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.

"Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi di wilayah Jawa Tengah untuk periode 13 - 15 Agustus 2022," kata Sutikno dalam keterangannya, Sabtu (13/8).



Simak Video "Kebakaran Hutan di Spanyol Mengerikan, Warga Berharap Rumahnya Diselamatkan"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ahr)