Terpopuler Sepekan

Kisah Pilu Bocah Boyolali 2 Bulan Tidur di Kuburan Ayah

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 14 Agu 2022 04:04 WIB
Petugas Satpol PP Boyolali mengecek lokasi makam yang ditinggali ABG, Jumat (5/8/2022).
Petugas Satpol PP Boyolali mengecek lokasi makam yang ditinggali ABG, Jumat (5/8/2022). Foto: dok. Satpol PP Boyolali
Boyolali -

Seorang bocah lelaki ditemukan tidur di samping makam bapaknya di kompleks permakaman umum di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Menurut Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Boyolali, bocah itu tidur di samping makam tiap malam sejak dua bulan terakhir.

Penemuan bocah itu berawal ketika anggota Satpol PP Boyolali melakukan patroli dan mengetahui ada anak di bawah umur yang mengamen dengan cara membersihkan kaca mobil di traffic light Surowedanan.

"Sesuai Perda Ketertiban Umum kan nggak boleh. Akhirnya oleh tim patroli (bocah itu) dibawa ke kantor untuk diberikan pembinaan," kata Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali Tri Joko Mulyono kepada detikJateng, Jumat (5/8/2022) lalu.


Tri Joko kemudian memintai keterangan bocah yang diketahui berinisial BW (16) itu. "Yang bikin kaget itu, rumahnya mengaku di Sawit, ternyata nggak pulang ke rumah. Tapi tidurnya di kuburan," ungkap dia.

BW pun mengaku sudah sekitar dua bulan tidur di cungkup makam di komplek permakaman Klaseman, Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Permakaman itu berbatasan dengan Kecamatan Sawit, Boyolali.

Setelah mencari uang untuk makan dengan membersihkan kaca mobil yang berhenti di lampu merah, malamnya dia pulang ke makam untuk tidur.

"Ngakunya nggak punya rumah. Orang tua sudah nggak ada semua. Tidur di makam itu katanya kuburannya bapaknya. Tidur di cungkup makam, di samping makam bapaknya. Bocah ini yatim piatu," imbuh Tri Joko.

Di cungkup makam itu, Satpol PP menemukan selimut, kaus, baju-baju, sepatu, sejumlah sajadah dan barang-barang lain milik BW.

Ditemui detikJateng, BW mengaku anak bungsu dari lima bersaudara asal Karangdowo, Klaten. "Sudah bingung tidak ada tempat lagi. Ya sudah saya tidur di situ, dekatnya (makam) bapak saya," kata BW, Jumat (5/8/).

Selain tak punya rumah, dia juga mengaku ingin menemani bapaknya yang dimakamkan di situ. "Ingin menemani bapak saya," ucap dia. Selama tinggal di makam, dia juga rutin membersihkan rumput-rumput liar di makam ayahnya.

Oleh Dinas Sosial Boyolali, BW beserta barang-barangnya dibawa ke rumah singgah di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Mojosongo. "Karena statusnya anak dan di wilayah kita, akhirnya kita ambil langkah pertama yaitu mengamankan anak itu dulu. Kita koordinasi dengan dinas sosial, DPPKBP3A," kata Tri Joko.

Di rumah singgah itu, BW ditempatkan di kamar khusus di samping kantor. Sehingga dia tidak menjadi satu dengan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) dan orang terlantar. "Kita koordinasi dengan BLK untuk diberikan pelatihan kerja. Juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk kemungkinan bisa sekolah kejar paket, karena anak ini hanya lulusan SD," imbuh Tri Joko.

BW pun manut saja dan sangat senang setelah ditempatkan di rumah singgah tersebut. Dia pun ingin sekali mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang ditawarkan petugas. "Saya ingin maju," kata BW.



Simak Video "Penampakan Uang Palsu Rp 500 Juta Dimusnahkan Kejari Boyolali"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/apl)