Mengunjungi Rumah Persembunyian Bupati Klaten Saat Agresi Militer Belanda II

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Sabtu, 13 Agu 2022 11:59 WIB
Rumah bekas persembunyian dan pemerintahan Bupati Klaten 1948 di Desa Japanan, Kecamatan Cawas.
Rumah bekas persembunyian dan pemerintahan Bupati Klaten 1948 di Desa Japanan, Kecamatan Cawas. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng.
Klaten -

Sebuah rumah tua di Dusun Turunan, Desa Japanan, Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menyimpan kisah perjuangan kemerdekaan RI. Rumah itu tercatat pernah digunakan Bupati Klaten dan stafnya bersembunyi dan menjalankan pemerintahan setelah Agresi Militer Belanda 19 Desember 1948 di Jogja.

Dusun Turunan sendiri berada di tengah kawasan lahan pertanian padi yang subur. Jaraknya dari pusat kota Kabupaten Klaten sekitar 25 kilometer ke arah tenggara.

Dari jalan raya Pedan-Cawas masih sekitar 4 kilometer. Dusun tersebut lebih dekat ke perbatasan Kabupaten Gunung Kidul dan Sukoharjo dibanding ke kota Klaten.


Rumah joglo bekas persembunyian bupati itu masih berdiri kokoh di tepi dusun saat detikJateng berkunjung, Jumat (12/8) siang. Suasananya sepi di tengah rimbun pohon karena rumah lama tidak dihuni.

Menempati lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi, rumah induknya berukuran sekitar 12x8 meter. Terdapat tambahan rumah kecil di sisi timur bangunan induk.

Bercat putih abu-abu, temboknya masih terlihat plesteran model lama yang tidak rata. Bagian teras sebagian sudah direhab dengan tembok, genteng dan kayu atapnya yang baru.

Rumah bekas persembunyian dan pemerintahan Bupati Klaten 1948 di Desa Japanan, Kecamatan Cawas.Rumah bekas persembunyian dan pemerintahan Bupati Klaten 1948 di Desa Japanan, Kecamatan Cawas. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

Di barat rumah masih tersisa sumur tua, dengan dua kamar mandi. Di depan rumah berdiri dua pohon beringin di kanan dan kiri halamannya yang tidak begitu luas. Di dinding barat teras terdapat papan keterangan. Tulisannya berbunyi:

"BENDA CAGAR BUDAYA WAKTU PERANG KEMERDEKAAN KE DUA TAHUN 1948/1949. RUMAH INI UNTUK MENGUNGSI:
I. KANTOR PEMDA KAB. KLATEN / TEMPAT TINGGAL BUPATI: Drg. SOEDOMO DAN KLG/STAF.
II. KANTOR DINKES. KAB. KLATEN / TEMPAT TINGGAL
KEPALA DINAS: Dr. SOERAJI TIRTONEGORO DAN KLG/STAF. BERDASARKAN SURAT BP3 JATENG:
TGL. 27 APRIL 2007, NO. 622/101-SP/BP3/P-IV/2007
TGL. 24 SEPTEMBER 2007, NO. 1698/101-SP/BP3/P-IX/2007 WISMA KARSA PUTRA MERUPAKAN BENDA CAGAR BUDAYA DENGAN NO. INVENTARIS : 1-10/KLA/T.B. THN 2007. BENDA CAGAR BUDAYA INI MEMPUNYAI NILAI SEJARAH PERANG KEMERDEKAAN II 1948/1949
PERLU DIPELIHARA KELESTARIANNYA.

Meskipun pintu gebyok kayunya terkunci rapat, dari celahnya terlihat patung setengah badan di tengah ruangan. Patung tersebut tertulis drg Soedomo.

"Rumah itu pernah ditempati Bupati Klaten dokter Soedomo saat Agresi Militer Belanda ke II tahun 1948 di Jogja. Pindah ke sini bersama pejabat kabupaten lain, termasuk dokter Soeradji Tirtonegoro," tutur Sekdes Japanan, Ngadino kepada detikJateng di kantornya, Sabtu (13/8/2022) siang.

Rumah tersebut, jelas Ngadino, dulunya milik Karso Dimejo, konon seorang bayan. Bupati dan kepala dinas waktu itu bersembunyi dan menjalankan pemerintahan beberapa bulan.

Rumah bekas persembunyian dan pemerintahan Bupati Klaten 1948 di Desa Japanan, Kecamatan Cawas.Rumah bekas persembunyian dan pemerintahan Bupati Klaten 1948 di Desa Japanan, Kecamatan Cawas. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

Baca berita selengkapnya di halaman selanjutnya...