Kisah Keluarga Klaten Usulkan Dokter Pribadi Bung Karno Jadi Pahlawan

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Sabtu, 13 Agu 2022 10:03 WIB
Dokter R Soeharto, Mayor Jenderal (Kehormatan) menggendong Megawati Soekarnoputri pada tahun 1947 di halaman Gedung Agung Jogja.
Dokter R Soeharto, Mayor Jenderal (Kehormatan) menggendong Megawati Soekarnoputri pada tahun 1947 di halaman Gedung Agung Jogja. Foto: Dok. Keluarga dr R Soeharto
Klaten -

Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri mendukung R Soeharto, dokter pribadi Bung Karno, menjadi pahlawan nasional. Berikut kisah keluarga besar R Soeharto di Klaten dalam memperjuangkan gelar pahlawan tersebut.

"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi dukungan Ibu Megawati Soekarnoputri. Kami, keluarga, mulai bergerak sejak 2 tahun mengurus pengusulan dr R Soeharto menjadi Pahlawan Nasional," kata putri kedua R Soeharto, Dewi Kamaratih Soeharto kepada detikJateng, Jumat (12/8).

"Niat kami memuliakan dan mengungkapkan keteladanan perjuangan ayahanda dr R Soeharto agar tersebar luas menjadi pembelajaran yang menginspirasi banyak pihak, terutama generasi muda, untuk menghargai sejarah," papar Dewi.


Selama mengurus di Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Klaten, lanjut Dewi, prosesnya berjalan lancar. Gubernur Ganjar Pranowo juga ikut hadir dalam Seminar Nasional pengusulan pada Februari 2022. Ganjar hadir bersama Sekjen PDIP yang mewakili Megawati sebagai narasumber.

"Semua berjalan lancar. Di Klaten, Bupati Sri Mulyani memberikan bantuan dan dukungan luar biasa dalam penyelenggaraan seminar pada Desember 2021. Bahkan mengabadikan nama ayah kami sebagai nama jalan," sambung Dewi.

"Banyak dukungan disertai bantuan nyata seperti UGM yang membuatkan naskah akademik biografi dan perjuangan ayahanda. BNI, IDI dan PKBI juga mengabadikan nama dr R Soeharto di Gedung Kantor Pengurus Besar di Jakarta," imbuh Dewi.

Dukungan dari keluarga Bung Karno dan Bung Hatta juga besar. Di antaranya dari Guntur Soekarno yang menghadiri seminar nasional dan Guruh Soekarno yang membukakan akses perpustakaannya.

"Guruh Soekarno memberikan akses agar kami bisa mendapatkan buku-buku referensi yang berkaitan dengan perjuangan lintas zaman dan lintas bidang yang ayahanda lakukan. Sedangkan Ibu Halida Hatta menjadi narasumber pada seminar daerah di Klaten," tambah Dewi.

Menurut Kepala Dinas Sosial P3A dan KB Pemkab Klaten Much Nasir, R Soeharto lahir di Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Klaten. Tim dari pusat sudah mengecek lokasi bekas rumahnya.

"Pengusulan gelar pahlawan nasional sudah melalui proses panjang sesuai ketentuan. Kami berharap semoga usulan tersebut bisa disetujui," kata Nasir kepada detikJateng.

Sementara itu, Sekdes Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Slamet menyatakan nama R Soeharto telah dipakai untuk nama jalan dari gapura Jimbung-Rawa Jombor.

"Dipakai nama jalan sejak 27 Mei lalu, didekatkan dengan jalan Ir Soekarno karena Pak R Soeharto itu dokter pribadi Bung Karno," kata Sekdes Jimbung, Slamet kepada detikJateng. Jalan Ir Soekarno itu dari terminal sampai arah Wedi.

"Jalan R Soeharto bersinggungan dengan jalan Ir Soekarno. Panjang jalan R Soeharto sekitar 2,5 kilometer," imbuh Slamet.

Diberitakan sebelumnya, Megawati Soekarnoputri mengusulkan agar dr Soeharto yang dikenal sebagai salah satu dokter pribadi presiden pertama Sukarno menjadi pahlawan nasional.

Dikutip dari laman Pemprov Jateng, dr Soeharto memiliki nama lengkap Soeharto Sastrosoeyoso. Ia lahir di Tegalgondo, Klaten, Jawa Tengah, pada 24 Desember 1908.

Semasa hidupnya, dr Soeharto menjadi dokter pribadi Bung Karno dan Bung Hatta sejak 1942. Selama bertugas, dr Soeharto selalu mendampingi Bung Karno berkeliling ke seluruh dunia. Ia juga pernah menjabat Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Kepala Bappenas di Kabinet Soekarno.



Simak Video "Megawati Dukung Ratu Kalinyamat dan dr. Soeharto Jadi Pahlawan Nasional"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/apl)