APBDes di Klaten Biayai Seleksi Perangkat Cekak, Sekda: Bisa Geser Anggaran

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Jumat, 12 Agu 2022 00:42 WIB
Pj Sekda Kabupaten Klaten, Jajang Prihono, Kamis (11/8/2022).
Pj Sekda Kabupaten Klaten, Jajang Prihono, Kamis (11/8/2022). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Pembiayaan pengisian perangkat desa serentak di Klaten tahun 2022 membuat pusing pemerintah desa karena besaran dana di APBDes tidak cukup. Pemkab Klaten menyatakan solusinya tetap dari APBDes dan belum perlu intervensi APBD kabupaten.

"Ranah di APBDes, kalau masalah intervensi (bantuan) dari APBD itu belum prioritas saat ini. Kami melihat kekurangan itu sebenarnya ada alokasinya di desa," jelas Pj Sekda Kabupaten Klaten, Jajang Prihono, kepada detikJateng di DPRD Klaten, Kamis (11/8/2022).

Menurut Jajang, desa sebenarnya sudah punya alokasi anggarannya. Dengan demikian tinggal melakukan pergeseran anggaran lain di APBDes.


"Dimungkinkan pergeseran karena desa kan punya tujuh sumber potensi. Tentu akan dilihat mana yang bisa digeser, setiap desa kan kemampuannya beda-beda," jelasnya.

Untuk sumbangan pihak ketiga, terang Jajang, sampai saat ini belum ada rencana ke arah itu. Belum ada informasi yang memungkinkan pihak ketiga masuk.

"Sejauh ini belum ada informasi yang masuk. Tetap kita upayakan APBDes karena itu sesuai aturan menjadi kewajiban APBDes, kalau nanti akhirnya desa ada kekurangan tentu APBD kita bisa mengkaji," ujarnya.

Sementara itu Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menjelaskan pihaknya juga kaget animo masyarakat pendaftar seleksi perangkat desa ini tinggi. Dirinya sempat mendengar wacana akan ada bantuan ke desa.

"Bupati kemarin sempat jagongan kalau memungkinkan ada bantuan APBD tapi komunikasi dengan legislatif belum ada," kata Hamenang kepada wartawan.

DPRD saat ini hanya bisa menunggu karena pengisian perangkat desa ranahnya eksekutif. Jika diusulkan, DPRD bisa saja menyetujui.

"Sepanjang ada usulan dan tidak menabrak aturan tentu kami menyetujui karena itu (bantuan) urgen dan dibutuhkan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, para kepala desa (kades) di Klaten mengaku pendaftar calon perangkat desa yang digelar serentak membeludak. Namun mereka mengeluhkan anggaran di APBDes yang minim untuk pelaksanaan seleksi.

"Ini masing bingung mau bagaimana. Anggaran yang dianggarkan hanya Rp 10 juta," ujar Kades Serenan, Kecamatan Juwiring, Sri Suhadi, kepada detikJateng, Jumat (5/8).

Menurutnya jumlah pendaftar untuk empat formasi perangkat desanya mencapai 55 orang. Dengan biaya seleksi Rp 650 ribu per orang.

"Untuk seleksi saja masih kurang. Itu belum untuk kegiatan panitia seleksi karena sejak awal tidak menduga banyak pendaftarnya," imbuhnya.



Simak Video "Diduga Sarat Kejanggalan, Warga Demo Hasil Seleksi Perangkat 13 Desa di Rembang"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/rih)