Jokowi Sebut 800 Juta Warga Dunia di Ambang Bencana Kelaparan

Jarmaji - detikJateng
Kamis, 11 Agu 2022 14:26 WIB
Boyolali -

Presiden Joko Widodo mengingatkan kirisis pangan sedang melanda seluruh belahan dunia. Saat ini terdapat 300 juta warga dunia mengalami kelaparan. Jika persoalan itu tak segera ditangani, kekurangan pangan dan kelaparan itu bisa menerjang 800 juta warga dunia.

"Kita tahu kan, kita tahu dunia sekarang ini sedang dilanda yang namanya krisis pangan. 300 juta lebih orang sekarang ini berada pada kekurangan pangan akut dan kelaparan di beberapa negara. Di beberapa negara sudah mulai, mulai, mulai dan dan diperkirakan kalau ini tidak ada solusi bisa masuk ke 800 juta orang akan kekurangan pangan dan kelaparan," ungkap Jokowi kepada wartawan usai penanaman bibit pohon kelapa genjah di Desa Giriroto, Ngemplak, Boyolali, Kamis (11/8/2022).

Untuk mengantisipasi krisis pangan tersebut, Jokowi meminta lahan-lahan yang tidak produktif agar diberdayakan sehingga bisa produktif. Masyarakat juga bisa menanam di lahan-lahan pekarangan rumahnya dengan menggunakan media polybag.


Jokowi mencontohkan seperti menanam cabai di polybag atau di lahan kosong sekitar rumah. Hal ini bisa dilakukan oleh masyarakat, sehingga nantinya tidak akan kekurangan cabai.

"Inilah kenapa kita ingin lahan-lahan yang tidak produktif itu diproduktifkan. Urusan cabai, ini seharusnya rumah tangga-rumah tangga di desa-desa bisa menanam itu. Di polybag atau di pekarangannya sehingga tidak ada yang namanya kita ini kekurangan cabai, atau harga cabai naik drastis. Ini yang baru dikerjakan oleh Kementerian Pertanian," ujar Jokowi.

Jokowi menyontohkan, penanaman pohon kelapa genjah juga sebagai upaya memberdayakan lahan yang tidak produktif. Kelapa genjah dalam 2 hingga 2,5 tahun sudah bisa berbuah dengan produktivitas mencapai 180 buah, yang bisa dibuat gula semut, minyak kelapa maupun buahnya bisa dijual untuk minuman segar.

"Saya kira ini yang akan terus kita lakukan dan di Soloraya, di Boyolali kita bagi 46 ribu, di Karanganyar 44 ribu dan Sukoharjo 110 ribu kelapa genjah. Ini baru dimulai disini, nanti di provinsi-provinsi yang kelapa itu bisa hidup baik akan kita tanami. Targetnya kurang lebih 1 juta kelapa genjah," katanya.

Tak hanya kelapa, di sela-sela pohon kelapa itu masih bisa ditanami jagung, cabai maupun palawija lainnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya untuk tanaman produktif. Bisa di sisa lahan pekarangan maupun dengan menggunakan polybag.

"Makin tahun makin tambah manusia, tambah masyarakatnya, oleh karena itu ya tanaman cabai di pinggir rumah-rumah, kemudian ada tanaman-tanaman seperti ya tentu saja diantaranya nanas dan lain-lain, tanaman-tanaman pot atau polybag itu harus diperkenalkan kepada masyarakat, sehingga paling tidak, dari tanaman di sekitarnya, belanja mereka akan turun karena bisa dipenuhi sendiri," kata Syahrul Yasin Limpo.

"Yang kedua adalah kita berharap dari apa yang dilakukan itu bisa menambah pendapatan, paling tidak menutup biaya listriknya, biaya telepon, mungkin biaya pendidikan yang ada," sambung dia.

(mbr/aku)