Duh! Puluhan Hektare Lahan Padi di Klaten Krisis Air gegara Proyek Jembatan

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Kamis, 11 Agu 2022 13:50 WIB
Kondisi tanaman padi di Desa Sabrang dan Mrisen, Klaten krisis air, Kamis (11/8/2022).
Kondisi tanaman padi di Desa Sabrang dan Mrisen, Klaten krisis air, Kamis (11/8/2022). (Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Puluhan hektare tanaman padi di wilayah Kecamatan Delanggu dan Juwiring, Klaten, krisis air. Proyek jembatan Jalan Lingkar Delanggu dituding jadi pemicunya.

"Ini ada petani Desa Sabrang dan Mrisen resah karena gagal panen 40 hektare. Ini efek projek jembatan jalan lingkar Delanggu," ungkap Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Kecamatan Delanggu, Maryana kepada detikJateng, Kamis (11/8/2022) siang.

Maryana menjelaskan sejak pembangunan jembatan dimulai petani tidak tenang. Pasokan air ke lahan terganggu karena dari lokasi proyek pipa disalurkan dengan tong kecil.


"Airnya kecil tidak mencukupi karena cuma lewat pipa tong. Kita penginnya air bisa normal lagi dan proyek jembatan tetap jalan," imbuh Maryana.

Sementara Petani Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu, Jumbadi menyatakan penyebab petani terancam gagal panen dipicu pemberitahuan proyek yang terlambat. Lima hari dari kegiatan, petani baru mengetahui akan ada proyek.

"Celakanya pemberitahuan proyek itu ceroboh. Paling tidak satu bulan sebelumnya diberitahukan sehingga petani mau nyebar benih itung-itung, bukan di tengah jalan," jelas Jumbadi kepada detikJateng di sawahnya.

Menurut Jumbadi, dampaknya banyak lahan baru tanam digagalkan. Terdampak langsung sekitar 25 hektare.

"Saya hitung-hitung ada sekitar 25 hektare, air ada tapi tidak cukup. Pagi mengalir tapi sore atau proyek mulai nanti mati," jelas Jumbadi.

Petani lain, Narto Wiharjo menyatakan sebagian ada petani yang menyedot air dari sungai dengan disel. Tapi tidak semua petani bisa melakukannya.

"Yang dekat sungai nyedot tapi tambah biaya tapi yang jauh tidak mungkin. Saya itu cuma petani penggarap, kalau tambah biaya nyedot dapat apa nantinya," ungkap Narto kepada detikJateng.

Warga Desa Mrisen, Kecamatan Juwiring, Partiyem mengatakan sawah sudah tidak digarap petani sekitar sebulan. Pasalnya, lanjut Partiyem, pasokan air dari Delanggu tidak sampai.

"Air tidak sampai sini katanya di jalan lingkar ada proyek jembatan. Petani sudah tidak pernah ke sawah lagi," ungkap Partiyem.

Simak kondisi lahan yang terdampak di halaman selanjutnya..