Kasus COVID-19 RI Ngegas, Menko PMK: De Facto Sudah Endemi tapi...

Bayu Ardi Isnanto - detikJateng
Rabu, 10 Agu 2022 14:43 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (10/8/2022).
Menko PMK Muhadjir Effendy di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (10/8/2022). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikJateng
Solo -

Kasus COVID-19 masih terus meningkat dari hari ke hari dan diperkirakan masih belum mencapai puncak. Meski demikian, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menilai saat ini Indonesia dalam fase endemi atau telah turun dari fase pandemi.

Hal tersebut dia sampaikan usai mengikuti Pencanangan Bakti RS/Klinik Muhammadiyah 'Aisyiyah Untuk Negeri yang digelar Majelis Pembina Kesehatan Umum PP Muhammadiyah di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) hari ini.

"Secara de facto kita sudah endemi sebetulnya, hanya declare-nya saja. Sekarang untuk status endemi sangat ditentukan oleh WHO, bukan kita yang berhak menentukan," kata Muhadjir, Rabu (10/8/2022).


Menurutnya, situasi saat ini cukup terkendali. Antara lain dilihat dari angka keterisian tempat tidur isolasi di rumah sakit yang masih rendah.

"Sekarang misalnya angka okupansi rumah sakit kan rendah, kemudian juga tingkat kematian juga relatif rendah. Angka kematian COVID sekarang ini lebih rendah dibandingkan kanker. Jadi angka kematian kanker lebih tinggi dari COVID," ujarnya.

Namun demikian, dia mengatakan masyarakat tetap harus waspada dan taat protokol kesehatan. Masyarakat diminta tidak panik dan tetap beraktivitas.

"Bukan kita meremehkan, tetapi jangan sampai membikin masyarakat panik dan kita tetap berupaya menjaga agar aktivitas masyarakat terutama di sektor ekonomi tumbuh dengan baik," katanya.

Pemerintah pun tidak menetapkan status darurat terkait kasus COVID-19 yang semakin meningkat. Seperti diketahui, Indonesia mencatat 6.276 kasus baru COVID-19, Selasa (9/8/2022). Angka tersebut dibarengi 4.850 kasus sembuh dan 18 pasien meninggal dunia akibat COVID-19.

"Sesuai dengan keputusan Bapak Presiden, tidak perlu menetapkan ketentuan tertentu, entah itu kedaruratan atau keadaan lain, itu tidak kita tetapkan. Kita akan layani seperti biasa," pungkasnya.



Simak Video "Momen Muhadjir Kepleset Sebut Soekarno Ingin Dimakamkan di Blitar"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/aku)