IBL

Bima Perkasa Jogja Kenalkan Presiden dan Pelatih Baru

Jauh Hari Wawan S. - detikJateng
Minggu, 07 Agu 2022 18:24 WIB
Presiden klub Bima Perkasa Dr Hady Efendy (kiri) dan pelatih Efri Meldi. Foto diunggah pada Minggu (7/8/2022).
Presiden klub Bima Perkasa Dr Hady Efendy (kiri) dan pelatih Efri Meldi. (Foto: dok Bima Perkasa)
Yogyakarta -

Bima Perkasa Jogja gagal memenuhi target di Indonesian Basketball League (IBL) musim 2021/2022. Satu-satunya wakil Jogja di IBL itu sudah melawan tapi kendala di dalam dan luar lapangan yang datang tanpa henti jauh lebih kuat dari yang dibayangkan.

Manajemen, tim pelatih, dan para pemain pulang dengan kepala tegak. Tim ini berkontemplasi. Pembacaan, pikiran, dan perenungan terhadap pencapaian musim lalu mereka maknai sebagai cambuk agar lebih kuat sekaligus siap bertarung musim depan. Lembaran baru dibuka.

Langkah pertama memperkenalkan jajaran manajemen dan pelatih baru untuk bertarung bersama pemain mengarungi kompetisi. Dr Hady Efendy mengisi kursi presiden klub. Doktor yang sempat menjadi dosen di Universitas Hasanuddin lalu dosen senior di Fakultas Teknik University of Malaysia itu bukan sosok baru di dunia basket Indonesia.


Hady dikenal peduli dengan dunia basket tanah air khususnya anak dan remaja. Ia mengelola Pancasona Basketball di Cimahi yang berisi banyak pemain remaja. Selain mengasah teknik, Hady juga mengedepankan mental dengan mengajak pemain muda uji coba di luar Cimahi. Hady juga cukup lama menjadi bagian dari manajemen Satya Wacana Salatiga, salah satu peserta IBL.

"Misi saya pribadi ingin memperbaiki prestasi klub musim lalu. Musim depan playoff lalu ketika sudah sampai sana, baru kita pasang target selanjutnya. Untuk musim depan, saya tegaskan semua pemain harus main dengan hati. Demi Yogyakarta," kata Hady kepada wartawan, Minggu (7/8/2022).

Sementara itu Fransisca Juniati masih akan menemani tim dengan pelatih baru yang dipercayakan pada Efri Meldi. Namanya sendiri cukup terkenal di dunia basket profesional Indonesia karena kekayaan taktik serta ketajamannya melihat lalu mengeluarkan bakat-bakat pemain muda.

Respati Ragil Pamungkas, Adree Adriano, Henry Lakar, Anthony Erga, dan Casio Manuputty tumbuh lalu menjadi andalan di klub masing-masing berkat ketajaman pelatih kelahiran Tanah Datar Sumatra Barat itu. Musim lalu coach Meldi mengarsiteki Tangerang Hawks setelah menghabiskan kariernya di Satya Wacana Salatiga selama beberapa tahun.

Simak lebih lengkap di halaman berikutnya...